Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Terkikis asa saat berada di ujung tanduk
Seolah raga tak kuasa bergerak
Hanya terpaku dalam renungan
Atas dosa dan juga kesalahan
Banyak nikmat yang hamba terima
Tapi lalai dalam setiap perintah-Mu
Kini hamba terbaring
Tak terbendung lagi rasa sakit ini
Yaa Tuhanku, jika ku dapat kembali bersyukur
Tentu Kau mampukan aku untuk mengisi hari-hari dengan senyuman
Maka hamba takkan seperti ini
Alangkah tiada berguna menangis lagi
Kau telah mencabut sebagian nikmat ini
Ampuni aku, jauhkan neraka dari keluargaku
Hanya dengan kuasa-Mu kami dapat kembali
Untuk berserah diri
Sabtu, 30 September 2017
Kemiskinan Masih Ada
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Kami adalah tiga orang analis kesehatan, yaiti Ramlan, Mursyid dan Ali. Ada sebuah cerita di suatu tempat (kami samarkan tempat itu), ingin kami informasikan bahwa kemiskinan masih ada. Dalam benak kami berfikir ingin membantu mereka, sepasang suami - istri yang dikaruniai dua orang anak. Anak pertama sudah berumur 7 tahun dan anak kedua masih berumur 4 bulan.
Petikan kisah pedih mereka kami rekam dalam ingatan, bagaimana kerasnya kehidupan. Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan, peribahasa yang pas untuk mereka. Beban hidup yang dijalani mereka menjadi pembelajaran tersendiri bagi kami. Luar biasa kesabaran anak mereka, ketika anak pertama mereka menderita penyakit di organ ginjal, sinar semangat mereka tak pernah padam. "Panas terik, hujan badai, kita lalui bersama", persis seperti yang dikatakan Siti Nurhaliza dalam petikan lagunya. Sungguh romantis perjalanan mereka (jadi baper wkwkwk :-D)
Pasangan suami asal Malang dan istri asal Sumedang ini berharap, pemuda harus lebih giat dan aktif dalam berkarya, jangan mau kalah oleh mereka. Mantap. Kegigihan dan kesabaran terhadap tujuannya dibuktikan dengan berjalan kaki ke pasar sejauh 3 km. Sang suami bekerja bersama istrinya dan mau tak mau harus membawa si bungsu yang masih kecil. Sebagai seorang konsultan kesehatan, kami tidak tega bila berbicara soal uang.
Kesehatan adalah hak dasar bagi semua orang. Siapa pun patut menerima pelayanan kesehatan yang sama tanpa pandang kaya atau miskin. Kode etik seorang konsultan kesehatan diantaranya mengutamakan keselamatan dan kesesuaian pelayanan kesehatan demi menyelamatkan nyawa. Siapa pun bisa terkena penyakit, tapi tidak semua orang bisa menikmati pelayanan kesehatan yang sesuai. Seluruh rakyat Indonesia berkedudukan sama di mata hukum tanpa memandang status dan keadaan.
Kami adalah rakyat Indonesia. Kami adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami adalah ruh dan tubuh Pancasila. Kami adalah burung Garuda yang terbang melangit.
Itu cara mencintai negeri kami. Melayani dengan sepenuh hati. Pancasila jati diri bangsa ini. Menjadi ciri khas dan identitas untuk pelayanan kesehatan dari kami, karena kami percaya, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sudah dekat!
#saveNKRI
#sehatseluruhIndonesia
#PancasilaDasarNegarakita
Kami adalah tiga orang analis kesehatan, yaiti Ramlan, Mursyid dan Ali. Ada sebuah cerita di suatu tempat (kami samarkan tempat itu), ingin kami informasikan bahwa kemiskinan masih ada. Dalam benak kami berfikir ingin membantu mereka, sepasang suami - istri yang dikaruniai dua orang anak. Anak pertama sudah berumur 7 tahun dan anak kedua masih berumur 4 bulan.
Petikan kisah pedih mereka kami rekam dalam ingatan, bagaimana kerasnya kehidupan. Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan, peribahasa yang pas untuk mereka. Beban hidup yang dijalani mereka menjadi pembelajaran tersendiri bagi kami. Luar biasa kesabaran anak mereka, ketika anak pertama mereka menderita penyakit di organ ginjal, sinar semangat mereka tak pernah padam. "Panas terik, hujan badai, kita lalui bersama", persis seperti yang dikatakan Siti Nurhaliza dalam petikan lagunya. Sungguh romantis perjalanan mereka (jadi baper wkwkwk :-D)
Pasangan suami asal Malang dan istri asal Sumedang ini berharap, pemuda harus lebih giat dan aktif dalam berkarya, jangan mau kalah oleh mereka. Mantap. Kegigihan dan kesabaran terhadap tujuannya dibuktikan dengan berjalan kaki ke pasar sejauh 3 km. Sang suami bekerja bersama istrinya dan mau tak mau harus membawa si bungsu yang masih kecil. Sebagai seorang konsultan kesehatan, kami tidak tega bila berbicara soal uang.
Kesehatan adalah hak dasar bagi semua orang. Siapa pun patut menerima pelayanan kesehatan yang sama tanpa pandang kaya atau miskin. Kode etik seorang konsultan kesehatan diantaranya mengutamakan keselamatan dan kesesuaian pelayanan kesehatan demi menyelamatkan nyawa. Siapa pun bisa terkena penyakit, tapi tidak semua orang bisa menikmati pelayanan kesehatan yang sesuai. Seluruh rakyat Indonesia berkedudukan sama di mata hukum tanpa memandang status dan keadaan.
Kami adalah rakyat Indonesia. Kami adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami adalah ruh dan tubuh Pancasila. Kami adalah burung Garuda yang terbang melangit.
Itu cara mencintai negeri kami. Melayani dengan sepenuh hati. Pancasila jati diri bangsa ini. Menjadi ciri khas dan identitas untuk pelayanan kesehatan dari kami, karena kami percaya, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sudah dekat!
#saveNKRI
#sehatseluruhIndonesia
#PancasilaDasarNegarakita
Jumat, 29 September 2017
Resep Cinta Untuk Anda
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Komposisi :
Tiap 100% surat cinta mengandung :
10% kasih sayang
15% ketulusan
35% kejujuran
8% perhatian
Cinta suci tiada noda ad 100%
Efek samping :
- Jantung hati deg-degan (wow banget)
- Insomnia (susah tidur, kangen berat)
- Kebayang-bayang, agak beda dikit sama gejala stress akibat utang
- Tidur tak lelap makan tak kenyang
- Lupa jalan pulang bagai butiran debu
- Lupa hari, tanggal dan tahun sesaat
- Salah menanggapi sesuatu, misalnya ku tanya malam jawabnya siang
- Tangan nempel di dagu sehingga bikin foto selfie "sudah ku dagu" karena mikirin si dia. Gejala ini bertambah ketika si pembaca surat ditanya "kapan nikah". Ma'lum ini sebuah gejala penderitaan awal.
Indikasi :
Jomblo akut, jomblo error, jomblo sejati, baru putus cinta terpaksa jomblo, ditolak mentah-mentah gegara kompornya mati.
Kontra indikasi :
- Playboy cap kabel
- Playboy permanen
- Moduser
Aturan Pakai :
Sehari 1 (satu) pucuk surat bila rindu
Perhatian :
Bila rindu berlanjut hubungi walinya untuk menikahinya
Catatan :
Jangan main2 dengan surat cinta, karena surat cinta yang sah hanya tercatat dalam buku induk yang diakui negara.
Segeralah menikah!
Hidup NKRI ..
Kamis, 28 September 2017
Jadikan Aku Imam Kamu
Dengarlah ..
Aku melantunkan doa
Terukir di atas langit cinta
Dalam sepertiga malam
Aku malu melihatmu
Tapi di sepertiga malam itu terang-terangan menginginkanmu
Jadilah pendampingku
Permaisuriku yang ku tunggu
Aku akan melindungimu
Selalu siap mengingatkanmu
Karena begitulah aku
Siap menjadi imam kamu
Aku melantunkan doa
Terukir di atas langit cinta
Dalam sepertiga malam
Aku malu melihatmu
Tapi di sepertiga malam itu terang-terangan menginginkanmu
Jadilah pendampingku
Permaisuriku yang ku tunggu
Aku akan melindungimu
Selalu siap mengingatkanmu
Karena begitulah aku
Siap menjadi imam kamu
Bakti pada Negeri
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Saksikanlah..
Kami petugas kesehatan
Siap melayani Anda suka dan duka
Saksikanlah ..
Bakti kami pada negeri
Cinta dan kasih jati diri kami
Saksikanlah ..
Kami siap berjanji
Mencintai rakyat sepenuh hati
Saksikanlah ..
Kami berjalan hari demi hari
Dari rumah ke rumah
Ketuk pintu hati sesama
Saksikanlah..
Kami petugas kesehatan
Siap melayani Anda suka dan duka
Saksikanlah ..
Bakti kami pada negeri
Cinta dan kasih jati diri kami
Saksikanlah ..
Kami siap berjanji
Mencintai rakyat sepenuh hati
Saksikanlah ..
Kami berjalan hari demi hari
Dari rumah ke rumah
Ketuk pintu hati sesama
Rabu, 27 September 2017
Salju
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Ke manakah pergi?
Mencari matahari
Ketika salju turun
Pohon kehilangan daun
Ke manakah jalan?
Mencari perlindungan
Ketika tubuh kuyup
Dan pintu tertutup
Ke manakah dirimu?
Yang membuat rindu
Hingga hidupku terbelenggu
Padamkah cahayamu?
Teganya berlalu
Ku sendiri menantimu ..
Ke manakah pergi?
Mencari matahari
Ketika salju turun
Pohon kehilangan daun
Ke manakah jalan?
Mencari perlindungan
Ketika tubuh kuyup
Dan pintu tertutup
Ke manakah dirimu?
Yang membuat rindu
Hingga hidupku terbelenggu
Padamkah cahayamu?
Teganya berlalu
Ku sendiri menantimu ..
Senin, 25 September 2017
Rasakan Hangatnya Cintamu
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Bentangkan asa setitik di langit
Terbang menemani kicau burung
Sebebas awan melintas di angkasa
Aku hadir dengan sederhana
Tak seperti mereka yang terbang
Dan berjaya di atas sana
Aku cinta dengan keindahan
Karena itulah aku mencintaimu
Tuhan telah mempertemukan kita
Tapi hati ini belum menyatu
Aku ingin rinduku bersamamu
Temani sepi gelap malamku
Meraih genggaman tanganmu
Rasakan hangatnya cintamu
Bentangkan asa setitik di langit
Terbang menemani kicau burung
Sebebas awan melintas di angkasa
Aku hadir dengan sederhana
Tak seperti mereka yang terbang
Dan berjaya di atas sana
Aku cinta dengan keindahan
Karena itulah aku mencintaimu
Tuhan telah mempertemukan kita
Tapi hati ini belum menyatu
Aku ingin rinduku bersamamu
Temani sepi gelap malamku
Meraih genggaman tanganmu
Rasakan hangatnya cintamu
Minggu, 24 September 2017
Tentang Aku dan Pengalaman yang Paling Berkesan dalam Hidupku
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Aku adalah lelaki biasa. Aku terlahir dari keluarga sederhana, tertulis dalam sebuah akta kelahiran bernama "Mursyid Syaiful Haq" di Tasikmalaya, 27 September 1993 dari pasangan muda yakni Subejo (ayah) dan Elfi Rosyifah (Ibu). Usiaku sebentar lagi menuju 24 tahun. Selama hidup, aku belajar tentang banyak hal.
Aku orangnya suka menyendiri. Bisa jadi dibilang introvert, entah. Dugaan sementara, atau cuma sangkaan orang saja. Sering bercanda sama temen, paling demen banget makan ayam goreng haha :-D .. Aku suka bersabar, aku senangnya mengalah. Ada sifat dan sikap yang menarik. Sifat yang ramah tamah, penyayang terhadap sesama, terkadang emosian, melankolis banget kalau lagi baper. Romantisme menjadi sikap andalan kalau lagi ngerayu cewek. Puisinya melejit penuh kata - kata gombal. Itu kalau udah gombal, bisa aja tingginya ngalahin gunung Malabar hahaha :-D
Sebuah kekurangan diri ini. Banyak yang ku sesali dalam hidup. Aku terjatuh ketika diberi suatu pilihan namun tak dapat mencapai semua keinginan. Seolah aku harus menyesuaikan pembelajaran mendewasakan diri.
Entahlah. Terkadang manusia berada dalam kenistaan dan dosa, sehingga kesalahan dan kehancuran sering kali menghantui pikiran seseorang.
Ada satu hal yang berkesan dalam hidup yang ku jalani, yaitu CINTA. Ada kalanya, cinta itu datang ketika dibutuhkan di saat yang tepat jika sedang terjadi suatu kekacauan lahir dan bathin yang membuat kita terjungkal dalam suatu jurang kegagalan.
Yaa .. Begitu banyak kata - kata yang ingin ku lontarkan, dalam curahan tinta dan pena yang berdendang. Namun, biarlah sebagian besar peristiwa itu tersimpan menjadi rahasia pikiran dan hati yang tersembunyi. Hanya sanubari. Cukup jadikan modal untuk terus berkarya pada hari - hari mendatang.
Iya, dia (cinta) ♥ adalah milik Dia. Si dia selalu hadir di tengah - tengah kita. Cinta selalu hadir di setiap kalangan, dari mana saja, kapan saja, baik disadari atau pun tidak.
Ini cinta ♥. Aku dipertemukan oleh Dia di sebuah sekolah menengah pertama, tahun 2005 silam. Banyak teman baru waktu itu, usiaku 12 tahun. Dulu aku nakal. Aku anak yang ingin berubah. Sampai suatu saat aku bertekad, menjadi bintang kelas. Iya, menjadi orang nomor satu dalam prestasi. Malam hari aku selalu belajar. Selalu review tugas sekolah. Diskusi pagi di kelas pun sering aku lakukan. Begitulah jatuh cintaku pada ilmu pengetahuan.
Aku berhasil. Di akhir tahun ajaran semester, aku mendapat gelar juara kelas dan umum ke-3 di sekolah. Aku bangga. Yaa, itu dulu. AlhamduliLlaah. Sembilan tahun sudah ku nostalgia tentang hal yang berkesan.
Demikian sepenggal kisahku yang sederhana ini. Kisah tak selalu manis, karena yang manis itu ada 4 (empat) hal:
1. Gula.
2. Madu.
3. Buah.
4. Kamu cintaku ♥ hahaha
Terima kasih sudah mampir dalam tulisan ini.
Bandung, 24 September 2017
MURSYID SYAIFUL HAQ
Aku adalah lelaki biasa. Aku terlahir dari keluarga sederhana, tertulis dalam sebuah akta kelahiran bernama "Mursyid Syaiful Haq" di Tasikmalaya, 27 September 1993 dari pasangan muda yakni Subejo (ayah) dan Elfi Rosyifah (Ibu). Usiaku sebentar lagi menuju 24 tahun. Selama hidup, aku belajar tentang banyak hal.
Aku orangnya suka menyendiri. Bisa jadi dibilang introvert, entah. Dugaan sementara, atau cuma sangkaan orang saja. Sering bercanda sama temen, paling demen banget makan ayam goreng haha :-D .. Aku suka bersabar, aku senangnya mengalah. Ada sifat dan sikap yang menarik. Sifat yang ramah tamah, penyayang terhadap sesama, terkadang emosian, melankolis banget kalau lagi baper. Romantisme menjadi sikap andalan kalau lagi ngerayu cewek. Puisinya melejit penuh kata - kata gombal. Itu kalau udah gombal, bisa aja tingginya ngalahin gunung Malabar hahaha :-D
Sebuah kekurangan diri ini. Banyak yang ku sesali dalam hidup. Aku terjatuh ketika diberi suatu pilihan namun tak dapat mencapai semua keinginan. Seolah aku harus menyesuaikan pembelajaran mendewasakan diri.
Entahlah. Terkadang manusia berada dalam kenistaan dan dosa, sehingga kesalahan dan kehancuran sering kali menghantui pikiran seseorang.
Ada satu hal yang berkesan dalam hidup yang ku jalani, yaitu CINTA. Ada kalanya, cinta itu datang ketika dibutuhkan di saat yang tepat jika sedang terjadi suatu kekacauan lahir dan bathin yang membuat kita terjungkal dalam suatu jurang kegagalan.
Yaa .. Begitu banyak kata - kata yang ingin ku lontarkan, dalam curahan tinta dan pena yang berdendang. Namun, biarlah sebagian besar peristiwa itu tersimpan menjadi rahasia pikiran dan hati yang tersembunyi. Hanya sanubari. Cukup jadikan modal untuk terus berkarya pada hari - hari mendatang.
Iya, dia (cinta) ♥ adalah milik Dia. Si dia selalu hadir di tengah - tengah kita. Cinta selalu hadir di setiap kalangan, dari mana saja, kapan saja, baik disadari atau pun tidak.
Ini cinta ♥. Aku dipertemukan oleh Dia di sebuah sekolah menengah pertama, tahun 2005 silam. Banyak teman baru waktu itu, usiaku 12 tahun. Dulu aku nakal. Aku anak yang ingin berubah. Sampai suatu saat aku bertekad, menjadi bintang kelas. Iya, menjadi orang nomor satu dalam prestasi. Malam hari aku selalu belajar. Selalu review tugas sekolah. Diskusi pagi di kelas pun sering aku lakukan. Begitulah jatuh cintaku pada ilmu pengetahuan.
Aku berhasil. Di akhir tahun ajaran semester, aku mendapat gelar juara kelas dan umum ke-3 di sekolah. Aku bangga. Yaa, itu dulu. AlhamduliLlaah. Sembilan tahun sudah ku nostalgia tentang hal yang berkesan.
Demikian sepenggal kisahku yang sederhana ini. Kisah tak selalu manis, karena yang manis itu ada 4 (empat) hal:
1. Gula.
2. Madu.
3. Buah.
4. Kamu cintaku ♥ hahaha
Terima kasih sudah mampir dalam tulisan ini.
Bandung, 24 September 2017
MURSYID SYAIFUL HAQ
Tentang Aku dan Pengalaman yang Paling Berkesan dalam Hidupku
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Aku adalah lelaki biasa. Aku terlahir dari keluarga sederhana, tertulis dalam sebuah akta kelahiran bernama "Mursyid Syaiful Haq" di Tasikmalaya, 27 September 1993 dari pasangan muda yakni Subejo (ayah) dan Elfi Rosyifah (Ibu). Usiaku sebentar lagi menuju 24 tahun. Selama hidup, aku belajar tentang banyak hal.
Aku orangnya suka menyendiri. Bisa jadi dibilang introvert, entah. Dugaan sementara, atau cuma sangkaan orang saja. Sering bercanda sama temen, paling demen banget makan ayam goreng haha :-D .. Aku suka bersabar, aku senangnya mengalah. Ada sifat dan sikap yang menarik. Sifat yang ramah tamah, penyayang terhadap sesama, terkadang emosian, melankolis banget kalau lagi baper. Romantisme menjadi sikap andalan kalau lagi ngerayu cewek. Puisinya melejit penuh kata - kata gombal. Itu kalau udah gombal, bisa aja tingginya ngalahin gunung Malabar hahaha :-D
Sebuah kekurangan diri ini. Banyak yang ku sesali dalam hidup. Aku terjatuh ketika diberi suatu pilihan namun tak dapat mencapai semua keinginan. Seolah aku harus menyesuaikan pembelajaran mendewasakan diri.
Entahlah. Terkadang manusia berada dalam kenistaan dan dosa, sehingga kesalahan dan kehancuran sering kali menghantui pikiran seseorang.
Ada satu hal yang berkesan dalam hidup yang ku jalani, yaitu CINTA. Ada kalanya, cinta itu datang ketika dibutuhkan di saat yang tepat jika sedang terjadi suatu kekacauan lahir dan bathin yang membuat kita terjungkal dalam suatu jurang kegagalan.
Yaa .. Begitu banyak kata - kata yang ingin ku lontarkan, dalam curahan tinta dan pena yang berdendang. Namun, biarlah sebagian besar peristiwa itu tersimpan menjadi rahasia pikiran dan hati yang tersembunyi. Hanya sanubari. Cukup jadikan modal untuk terus berkarya pada hari - hari mendatang.
Iya, dia (cinta) ♥ adalah milik Dia. Si dia selalu hadir di tengah - tengah kita. Cinta selalu hadir di setiap kalangan, dari mana saja, kapan saja, baik disadari atau pun tidak.
Ini cinta ♥. Aku dipertemukan oleh Dia di sebuah sekolah menengah pertama, tahun 2005 silam. Banyak teman baru waktu itu, usiaku 12 tahun. Dulu aku nakal. Aku anak yang ingin berubah. Sampai suatu saat aku bertekad, menjadi bintang kelas. Iya, menjadi orang nomor satu dalam prestasi. Malam hari aku selalu belajar. Selalu review tugas sekolah. Diskusi pagi di kelas pun sering aku lakukan. Begitulah jatuh cintaku pada ilmu pengetahuan.
Aku berhasil. Di akhir tahun ajaran semester, aku mendapat gelar juara kelas dan umum ke-3 di sekolah. Aku bangga. Yaa, itu dulu. AlhamduliLlaah. Sembilan tahun sudah ku nostalgia tentang hal yang berkesan.
Demikian sepenggal kisahku yang sederhana ini. Kisah tak selalu manis, karena yang manis itu ada 4 (empat) hal:
1. Gula.
2. Madu.
3. Buah.
4. Kamu cintaku ♥ hahaha
Terima kasih sudah mampir dalam tulisan ini.
Bandung, 24 September 2017
MURSYID SYAIFUL HAQ
Aku adalah lelaki biasa. Aku terlahir dari keluarga sederhana, tertulis dalam sebuah akta kelahiran bernama "Mursyid Syaiful Haq" di Tasikmalaya, 27 September 1993 dari pasangan muda yakni Subejo (ayah) dan Elfi Rosyifah (Ibu). Usiaku sebentar lagi menuju 24 tahun. Selama hidup, aku belajar tentang banyak hal.
Aku orangnya suka menyendiri. Bisa jadi dibilang introvert, entah. Dugaan sementara, atau cuma sangkaan orang saja. Sering bercanda sama temen, paling demen banget makan ayam goreng haha :-D .. Aku suka bersabar, aku senangnya mengalah. Ada sifat dan sikap yang menarik. Sifat yang ramah tamah, penyayang terhadap sesama, terkadang emosian, melankolis banget kalau lagi baper. Romantisme menjadi sikap andalan kalau lagi ngerayu cewek. Puisinya melejit penuh kata - kata gombal. Itu kalau udah gombal, bisa aja tingginya ngalahin gunung Malabar hahaha :-D
Sebuah kekurangan diri ini. Banyak yang ku sesali dalam hidup. Aku terjatuh ketika diberi suatu pilihan namun tak dapat mencapai semua keinginan. Seolah aku harus menyesuaikan pembelajaran mendewasakan diri.
Entahlah. Terkadang manusia berada dalam kenistaan dan dosa, sehingga kesalahan dan kehancuran sering kali menghantui pikiran seseorang.
Ada satu hal yang berkesan dalam hidup yang ku jalani, yaitu CINTA. Ada kalanya, cinta itu datang ketika dibutuhkan di saat yang tepat jika sedang terjadi suatu kekacauan lahir dan bathin yang membuat kita terjungkal dalam suatu jurang kegagalan.
Yaa .. Begitu banyak kata - kata yang ingin ku lontarkan, dalam curahan tinta dan pena yang berdendang. Namun, biarlah sebagian besar peristiwa itu tersimpan menjadi rahasia pikiran dan hati yang tersembunyi. Hanya sanubari. Cukup jadikan modal untuk terus berkarya pada hari - hari mendatang.
Iya, dia (cinta) ♥ adalah milik Dia. Si dia selalu hadir di tengah - tengah kita. Cinta selalu hadir di setiap kalangan, dari mana saja, kapan saja, baik disadari atau pun tidak.
Ini cinta ♥. Aku dipertemukan oleh Dia di sebuah sekolah menengah pertama, tahun 2005 silam. Banyak teman baru waktu itu, usiaku 12 tahun. Dulu aku nakal. Aku anak yang ingin berubah. Sampai suatu saat aku bertekad, menjadi bintang kelas. Iya, menjadi orang nomor satu dalam prestasi. Malam hari aku selalu belajar. Selalu review tugas sekolah. Diskusi pagi di kelas pun sering aku lakukan. Begitulah jatuh cintaku pada ilmu pengetahuan.
Aku berhasil. Di akhir tahun ajaran semester, aku mendapat gelar juara kelas dan umum ke-3 di sekolah. Aku bangga. Yaa, itu dulu. AlhamduliLlaah. Sembilan tahun sudah ku nostalgia tentang hal yang berkesan.
Demikian sepenggal kisahku yang sederhana ini. Kisah tak selalu manis, karena yang manis itu ada 4 (empat) hal:
1. Gula.
2. Madu.
3. Buah.
4. Kamu cintaku ♥ hahaha
Terima kasih sudah mampir dalam tulisan ini.
Bandung, 24 September 2017
MURSYID SYAIFUL HAQ
Sabtu, 23 September 2017
Andai Pendampingmu Itu Aku
Hari itu adalah hari pernikahanmu. Aku merasa tersisih atas ulahmu yang telah memilih orang lain. Aku sedih, gundah, resah dan gelisah. Aku galau. Begitu sempatnya engkau mengundang aku untuk hadir di pernikahanmu. Dua hari yang lalu, kau kirim surat undangan.
Aku datang. Aku tak kuasa menahan rindu yang membeludak menyeruak meliputi pandangan mataku ketika engkau bersanding di pelaminan. Derai air mata rindu ku menangis lirih di depan bola matamu. Aku sempat memukul meja daftar tamu undangan. Aku tak sengaja. Emosiku keluar. Gang depan rumahmu yang sering ku lewati itu berakhir dengan janur kuning yang membumbung tinggi ke angkasa. Sayang seribu sayang, kerinduan dalam doaku teruntuk kamu di langit berkata lain. Setelah bersalaman dengan pengantin priamu, aku duduk di kursi tamu undangan.
Aku mendengar sebuah lagu di panggung yang berada di depanku. Petikkan sebuah lagu itu ku kutip kembali dalam pikiranku :
"Jangan kau tolak dan buatku hancur, ku tak akan mengulang tuk meminta. Satu keyakinan hatiku ini, akulah yang terbaik untukmu .." (lagu ciptaan Yovie Widianto).
Dulu, aku pernah memintamu menikah denganku. Dulu aku berniat untuk datang menghadap orang tuamu. Dulu aku pernah memintamu untuk menjadi permaisuriku. Namun semua itu dulu.
Kini lain cerita. Kau berada di depanku, bukan di sisiku. Mengapa Tuhan mempertemukan kita, lalu akhirnya berpisah?
Andai kau tahu
Andai kau merasa hatiku itu kamu
Andai kau tahu aku ingin kamu
Andai pendampingmu itu aku
Aku datang. Aku tak kuasa menahan rindu yang membeludak menyeruak meliputi pandangan mataku ketika engkau bersanding di pelaminan. Derai air mata rindu ku menangis lirih di depan bola matamu. Aku sempat memukul meja daftar tamu undangan. Aku tak sengaja. Emosiku keluar. Gang depan rumahmu yang sering ku lewati itu berakhir dengan janur kuning yang membumbung tinggi ke angkasa. Sayang seribu sayang, kerinduan dalam doaku teruntuk kamu di langit berkata lain. Setelah bersalaman dengan pengantin priamu, aku duduk di kursi tamu undangan.
Aku mendengar sebuah lagu di panggung yang berada di depanku. Petikkan sebuah lagu itu ku kutip kembali dalam pikiranku :
"Jangan kau tolak dan buatku hancur, ku tak akan mengulang tuk meminta. Satu keyakinan hatiku ini, akulah yang terbaik untukmu .." (lagu ciptaan Yovie Widianto).
Dulu, aku pernah memintamu menikah denganku. Dulu aku berniat untuk datang menghadap orang tuamu. Dulu aku pernah memintamu untuk menjadi permaisuriku. Namun semua itu dulu.
Kini lain cerita. Kau berada di depanku, bukan di sisiku. Mengapa Tuhan mempertemukan kita, lalu akhirnya berpisah?
Andai kau tahu
Andai kau merasa hatiku itu kamu
Andai kau tahu aku ingin kamu
Andai pendampingmu itu aku
Rabu, 20 September 2017
"KEMERDEKAAN"
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Secercah harapan datang dari seorang lelaki berusia senja. Bertekad kuat menghidupi keluarga. Di Paledang Indah 2. Sesaat ketika aku mempersiapkan alat dan bahan untuk perlombaan, aku melihatnya. Aku terenyuh. Melihat beliau bersama seorang temannya yang tak jauh beda usia sedang mendorong gerobak. Isinya berupa beberapa bilah bambu dan rongsok untuk dijual. Temannya pergi lebih dulu, meminjam motor seorang warga karena ada keperluan. Aku mendekat, mencoba menggantikan posisinya. Berbincang dengannya selama perjalanan ke arah Bojong Kunci. Beliau berbicara tentang masa muda. Sambil mendorong gerobak itu. Duh kuatnya. Aku yang masih muda kayak gini kewalahan. Beliau bercerita, zaman dulu tak seindah sekarang. Mulai tentang masuknya televisi dan radio beramai - ramai, orang tak dikenal pun datang bak keluarga sendiri, hingga dimarahi guru ngaji karena lupa gak baca bismillaah sebelum makan. Beliau bilang, kemerdekaan adalah terbebasnya dari rasa egois, besar kepala, dan ingin menang sendiri. Beliau bilang, zaman sekarang ini indah. Saking indahnya sampai lupa berbuat baik sama orang lain. Banyak persoalan di media tentang masalah sosial, misalnya, dulu guru amat dihormati, sekarang murid berani lawan guru.
Aku terus mendengar ceritanya. Semakin berat beban ini karena menghadapi tanjakan di Landean Girang. Wah, aku manja iya??
Beliau berwasiat, "Lamun cape istirahat, lamun haus geura nginum, tapi ulah kukulutus". Suatu nasihat bagiku, dalam perjuangan tidak boleh patah semangat, apalagi banyak ngeluh. Malu hatiku.
Beliau berjiwa besar. Meski usianya tak lagi muda, beliau selalu menyalakan kobaran api semangat ...
Sambil bercerita, kami terus mendorong gerobak tersebut. AlhamduliLlaah, sampailah di tempat tujuan. Aku pun bersalaman dengannya. Aku kembali pulang.
Petikan cerita ini menggugah semangat hidupku. Aku akan terus berjuang.
Aku tuliskan malam ini, sebagai doa untuk kebangkitan bangsa Indonesia.
Terima kasih para pahlawanku! Dirgahayu Indonesiaku yang ke 72 tahun!
#Indonesia_Sejati
#Save_Pancasila
#NKRI_Harga_Mati
Bandung, 17 Agustus 2017, pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat.
MURSYID SYAIFUL HAQ
#Indonesia_Sejati
#Save_Pancasila
#NKRI_Harga_Mati
Bandung, 17 Agustus 2017, pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat.
MURSYID SYAIFUL HAQ
Selasa, 12 September 2017
Sang Manusia dan Angin
Oleh : MURSYID SYAIFUL HAQ
Ada makna pengalaman spiritual mengenai sepenggalan kisah yang tertuang dalam bait kehidupan. Sya'ir takdir yang tercatat Malaikat di langit Sang Pencipta. Ada alasan mengapa aku menulis melalui media telah membangun kebanggaan tersendiri bagiku. One Day One Post jadi tolok ukur kehidupanku untuk mengetahui sudah sampai mana aku membuat sebuah kemajuan. Setiap curahan tinta yang tertuang dan tertata menjadi tanggung jawab tersendiri bagiku, seberapa besarkah manfaatku terhadap orang lain.
Ketika aku bertanya tentang kehidupan, ada satu hal yang ku pahami setelah melakukan tanya jawab dengan orang yang berpengalaman, yakni tentang siklus kehidupan. Katanya, "Jika ingin mengetahui dunia harus bisa membaca keadaan lingkungan sekitar, dan setiap yang dibaca akan diabadikan dalam bentuk tulisan atau apapun yang dapat dipahami orang, agar kita semua bisa mendapatkan manfaatnya.Siklus kehidupan selalu berpasangan, berkaitan, dan saling membutuhkan satu sama lain. Ada kebaikan yang terkandung mesti dibagi, namun ada keburukan yang pernah kita lakukan bisa jadi pelajaran bagi orang atau menjadi aib bagi kita sendiri. Bacalah keburukan, dan cegahlah sahabatmu dari keburukan", begitu kata salah satu guruku ketika itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (2005).
Tulisan bisa menambah pengetahuan, tulisan bisa membuktikan kualitas kecerdasan seseorang, tulisan bisa menjadi bukti otentik untuk mengungkap sebuah misteri, tulisan bisa membuat orang tertawa, menangis, terharu, sedih, susah, jatuh cinta. Dengan tulisan pula kita bisa membangun persahabatan dan menyambungkan tali kasih sayang antara satu dengan yang lainnya.
Tulisan juga terkadang menimbulkan kebencian, iri hati / dengki, sombong, acuh tak acuh, menipu (HOAX), merusak persaudaraan bahkan melakukan pembunuhan terhadap jiwa maupun karakter seseorang. Semua itu berawal dari hati, maka hati-hatilah dengan tulisan!
Tulisan adalah segala sesuatu yang bisa kita lihat, sedangkan membaca adalah proses interpretasi, menghayati pemahaman terhadap simbol-simbol yang kita lihat untuk diartikan atau dipelajari, apa fungsi dan tujuannya. Semua pergerakan di muka bumi ini adalah alasan saya untuk menuliskan sesuatu, walau pun sebenarnya saya menyadari keterbatasan dan kemampuan yang ada.
Harapan saya, Komunitas One Day One Post, dapat membantu saya bertukar pikiran tentang apa yang saya baca dan saya tulis. Demi kemajuan berfikir dan kemampuan saya di masa depan, saya persembahkan sebuah tulisan hari demi hari untuk INDONESIA.
Wahai sahabatku
Dengarlah ..
Cerita tentang angin ..
Yang menjatuhkan daun - daun kering
Tanda tua dan mati
Wahai sahabatku!
Dengarlah ..
Angin tak pernah mengeluh untuk mengitari muka bumi ini
Menjalankan tugas tiada henti
Aku manusia, kau pun sama, bukan angin ..
Tapi aku ingin meniru semangatnya yang tak kenal lelah
Itulah kebaikannya ..
Tahukah sahabatku?
Angin juga bisa jahat galak saat gelap
Meluluh-lantahkan siapa-siapa
Yang ia lewati apa saja
Aku manusia, kau pun sama, bukan angin ..
Tapi aku juga pernah berbuat salah dan dosa
Itulah keburukannya ..
Wahai angin ..
Beritahu sahabatku tentang kebaikanmu,
Segarkan kami, legakan nafas kami
Wahai angin ..
Beritahu sahabatku tentang keburukanmu,
Jangan hancurkan kami
Dengan tiupan amarahmu
Bandung, 13 September 2017
Tertanda,
MURSYID SYAIFUL HAQ
Ada makna pengalaman spiritual mengenai sepenggalan kisah yang tertuang dalam bait kehidupan. Sya'ir takdir yang tercatat Malaikat di langit Sang Pencipta. Ada alasan mengapa aku menulis melalui media telah membangun kebanggaan tersendiri bagiku. One Day One Post jadi tolok ukur kehidupanku untuk mengetahui sudah sampai mana aku membuat sebuah kemajuan. Setiap curahan tinta yang tertuang dan tertata menjadi tanggung jawab tersendiri bagiku, seberapa besarkah manfaatku terhadap orang lain.
Ketika aku bertanya tentang kehidupan, ada satu hal yang ku pahami setelah melakukan tanya jawab dengan orang yang berpengalaman, yakni tentang siklus kehidupan. Katanya, "Jika ingin mengetahui dunia harus bisa membaca keadaan lingkungan sekitar, dan setiap yang dibaca akan diabadikan dalam bentuk tulisan atau apapun yang dapat dipahami orang, agar kita semua bisa mendapatkan manfaatnya.Siklus kehidupan selalu berpasangan, berkaitan, dan saling membutuhkan satu sama lain. Ada kebaikan yang terkandung mesti dibagi, namun ada keburukan yang pernah kita lakukan bisa jadi pelajaran bagi orang atau menjadi aib bagi kita sendiri. Bacalah keburukan, dan cegahlah sahabatmu dari keburukan", begitu kata salah satu guruku ketika itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (2005).
Tulisan bisa menambah pengetahuan, tulisan bisa membuktikan kualitas kecerdasan seseorang, tulisan bisa menjadi bukti otentik untuk mengungkap sebuah misteri, tulisan bisa membuat orang tertawa, menangis, terharu, sedih, susah, jatuh cinta. Dengan tulisan pula kita bisa membangun persahabatan dan menyambungkan tali kasih sayang antara satu dengan yang lainnya.
Tulisan juga terkadang menimbulkan kebencian, iri hati / dengki, sombong, acuh tak acuh, menipu (HOAX), merusak persaudaraan bahkan melakukan pembunuhan terhadap jiwa maupun karakter seseorang. Semua itu berawal dari hati, maka hati-hatilah dengan tulisan!
Tulisan adalah segala sesuatu yang bisa kita lihat, sedangkan membaca adalah proses interpretasi, menghayati pemahaman terhadap simbol-simbol yang kita lihat untuk diartikan atau dipelajari, apa fungsi dan tujuannya. Semua pergerakan di muka bumi ini adalah alasan saya untuk menuliskan sesuatu, walau pun sebenarnya saya menyadari keterbatasan dan kemampuan yang ada.
Harapan saya, Komunitas One Day One Post, dapat membantu saya bertukar pikiran tentang apa yang saya baca dan saya tulis. Demi kemajuan berfikir dan kemampuan saya di masa depan, saya persembahkan sebuah tulisan hari demi hari untuk INDONESIA.
Wahai sahabatku
Dengarlah ..
Cerita tentang angin ..
Yang menjatuhkan daun - daun kering
Tanda tua dan mati
Wahai sahabatku!
Dengarlah ..
Angin tak pernah mengeluh untuk mengitari muka bumi ini
Menjalankan tugas tiada henti
Aku manusia, kau pun sama, bukan angin ..
Tapi aku ingin meniru semangatnya yang tak kenal lelah
Itulah kebaikannya ..
Tahukah sahabatku?
Angin juga bisa jahat galak saat gelap
Meluluh-lantahkan siapa-siapa
Yang ia lewati apa saja
Aku manusia, kau pun sama, bukan angin ..
Tapi aku juga pernah berbuat salah dan dosa
Itulah keburukannya ..
Wahai angin ..
Beritahu sahabatku tentang kebaikanmu,
Segarkan kami, legakan nafas kami
Wahai angin ..
Beritahu sahabatku tentang keburukanmu,
Jangan hancurkan kami
Dengan tiupan amarahmu
Bandung, 13 September 2017
Tertanda,
MURSYID SYAIFUL HAQ
Langganan:
Postingan (Atom)

