Aku bisa
Impian yang ku tunggu
Menjadi yang terbaik
Aku bisa
Yang ku tahu ada
Jejak - jejak perjuangan
Aku bisa
Akulah yang jadi juaranya
Selasa, 31 Oktober 2017
Minggu, 29 Oktober 2017
Inspirasi Naruto Untuk Anda
Kamu seneng banget sama anime? Biasanya, kamu rahu judul anime yang lagi booming. Katanya, hampir seluruh kalangan masyarakat seneng sama karakter anime yang satu ini. Hmm, apa itu yaa? Yaps, Naruto. Naruto pertama kali diterbitkan pada tahun 1999 di Shounen Jump oleh seorang kreator manga bernama Masashi Kishimoto. Berikut ini adalah biodata Kishimoto berdasarkan sumber yang diperoleh :
Nama Lengkap : Masashi Kishimoto
Tempat dan Tanggal Lahir : Nagi, Perfektur Okayama, Jepang, 1974
Profesi : Artis Manga
Sejak SD nih, beliau udah doyan banget bikin gambar. Gambar apa aja terus dia lakukan buat ngelatih skill-nya. Menurut sumber yang didapat, Manga Naruto buatan beliau terinspirasi dari orang yang lebih tua darinya, Akira Toriyama. Apa buktinya? Contohnya nih, kayak kamehameha Goku dari manga Dragon Ball yang menyerap energi alam, mirip dengam jurus rasenggan yang dimiliki Minato (tokoh ayah Naruto). Pusaran energi menyerupai bola yang berputar itu adalah kumpulan charka yang ditarik dari energi alam. Itu bermakna bahwa, jika kita ingin melawan musuh yang jauh tingkatnya fi atas kita, takkan mampu mengalahkannya, kecuali dengan memminta bantuan energi alam. Lanjut coy ..
Kishimoto seneng kalau udah ketemu sama Doraemon. Maksudnya nonton gitu.. Abis nonton, dia menggambar tokoh-tokoh Doraemon.
Hobinya berlanjut guys! Dia udah mulai nyoba menggambar karakter baru yang ditonton waktu itu, Mobile Suit Gundam, cerita robot-robot pembasmi kejahatan, bukan pembasmi galau yaa hehe .. Hobinya yang keren inibikin Kishimoto membakar api semangat agar bisa sukses seperti Akira Toriyama.
Pas masuk SMP nih, Kishimoto nemu gambar poster film abis pulang sekolah, judulnya Akira, karya Katsuhrio Otomo. Gambat yang dia lihat waktu itu jadi semangat yang lebih baru untuk menjadi seorang Artis Manga yang hebat.
Dia mulai menggambar sendiri. Pas pada waktu itu 16 tahun (SMA kelas 11) udah bisa bikin 31 halaman. Karyanya selesai, tapi dibilang jelek sama beberapa anggota keluarganya. Duh, sakitnya tuh ..
Dia menggambar lagi, sampe nilai raport ancur gegara pentingin bikin gambar. Diakhir tahun ajaran akhir, dia bingung kalau udah gede mau jadi apa.
Wih, GGM bro .. Gundah-Galau-Merana. Namanya juga usaha. Hmm. Iya oke .. Pada saatnya tiba, dia kuliah di akademi seni. Pas masa kuliah, mulai merintis manga resmi "Karakuri" buatannya sukses bikin gemes penerbit Shueisha untuk menerbitkannya tahun 1996. Sampai akhirnya laris, Shoren Jump ngasih penghargaan "Hop Step Award" atas buah karya Masashi Kishimoto yang keren abis.
Kerennya gak abis-abis. Manga Naruto yang udah jadi, dimasukkan ke Akamani Jump di bulan Agustus 1997. Pas udah rampung mulai ganti naskah dan mulai bikin lagi tahun 1999. Tahun itu adalah awal karir Masashi Kishimoto sebagai manga artis profesional, sebab jalan cerita di tahun itu menyentuh sanubari pemirsa hingga kini.
Kisah yang dihasilkan banyak keunikan juga membuat tertarik dengan jalan cerita yang menyentuh, bikin penasaran, kadang humor, ada juga bapernya.
Tiap kata-kata bijak terkadang hidup di dalamnya dan menjadi sebuah pembelajaran bagi pemirsa. Kishimoto udah sukses mengambil hati pemirsa di manapun Anda berada. Kalau punya TV di rumah, ya tinggal nonton aja. Tapi kalau TV Anda gak ada, gak usah maksa beli kalau gak ada duit, apalagi nyolong paksa ke toko TV. Boleh nyari TV ke tetangga nih buat numpang nonton bareng. Kishimoto emang luar biasa!
Nama Lengkap : Masashi Kishimoto
Tempat dan Tanggal Lahir : Nagi, Perfektur Okayama, Jepang, 1974
Profesi : Artis Manga
Sejak SD nih, beliau udah doyan banget bikin gambar. Gambar apa aja terus dia lakukan buat ngelatih skill-nya. Menurut sumber yang didapat, Manga Naruto buatan beliau terinspirasi dari orang yang lebih tua darinya, Akira Toriyama. Apa buktinya? Contohnya nih, kayak kamehameha Goku dari manga Dragon Ball yang menyerap energi alam, mirip dengam jurus rasenggan yang dimiliki Minato (tokoh ayah Naruto). Pusaran energi menyerupai bola yang berputar itu adalah kumpulan charka yang ditarik dari energi alam. Itu bermakna bahwa, jika kita ingin melawan musuh yang jauh tingkatnya fi atas kita, takkan mampu mengalahkannya, kecuali dengan memminta bantuan energi alam. Lanjut coy ..
Kishimoto seneng kalau udah ketemu sama Doraemon. Maksudnya nonton gitu.. Abis nonton, dia menggambar tokoh-tokoh Doraemon.
Hobinya berlanjut guys! Dia udah mulai nyoba menggambar karakter baru yang ditonton waktu itu, Mobile Suit Gundam, cerita robot-robot pembasmi kejahatan, bukan pembasmi galau yaa hehe .. Hobinya yang keren inibikin Kishimoto membakar api semangat agar bisa sukses seperti Akira Toriyama.
Pas masuk SMP nih, Kishimoto nemu gambar poster film abis pulang sekolah, judulnya Akira, karya Katsuhrio Otomo. Gambat yang dia lihat waktu itu jadi semangat yang lebih baru untuk menjadi seorang Artis Manga yang hebat.
Dia mulai menggambar sendiri. Pas pada waktu itu 16 tahun (SMA kelas 11) udah bisa bikin 31 halaman. Karyanya selesai, tapi dibilang jelek sama beberapa anggota keluarganya. Duh, sakitnya tuh ..
Dia menggambar lagi, sampe nilai raport ancur gegara pentingin bikin gambar. Diakhir tahun ajaran akhir, dia bingung kalau udah gede mau jadi apa.
Wih, GGM bro .. Gundah-Galau-Merana. Namanya juga usaha. Hmm. Iya oke .. Pada saatnya tiba, dia kuliah di akademi seni. Pas masa kuliah, mulai merintis manga resmi "Karakuri" buatannya sukses bikin gemes penerbit Shueisha untuk menerbitkannya tahun 1996. Sampai akhirnya laris, Shoren Jump ngasih penghargaan "Hop Step Award" atas buah karya Masashi Kishimoto yang keren abis.
Kerennya gak abis-abis. Manga Naruto yang udah jadi, dimasukkan ke Akamani Jump di bulan Agustus 1997. Pas udah rampung mulai ganti naskah dan mulai bikin lagi tahun 1999. Tahun itu adalah awal karir Masashi Kishimoto sebagai manga artis profesional, sebab jalan cerita di tahun itu menyentuh sanubari pemirsa hingga kini.
Kisah yang dihasilkan banyak keunikan juga membuat tertarik dengan jalan cerita yang menyentuh, bikin penasaran, kadang humor, ada juga bapernya.
Tiap kata-kata bijak terkadang hidup di dalamnya dan menjadi sebuah pembelajaran bagi pemirsa. Kishimoto udah sukses mengambil hati pemirsa di manapun Anda berada. Kalau punya TV di rumah, ya tinggal nonton aja. Tapi kalau TV Anda gak ada, gak usah maksa beli kalau gak ada duit, apalagi nyolong paksa ke toko TV. Boleh nyari TV ke tetangga nih buat numpang nonton bareng. Kishimoto emang luar biasa!
Kepedihan Yang Tersisa
Termenung dan diam
Aku lakukan dalam keadaan hampa
Karena aku belum mampu menggapai
Untuk sebuah asa yang tak terbendung
Takdir berkata lain jika memang itu ku terima
Dengan segala daya hanya langkah satu
Tinggal kenangan bagai bunga layu
Setelah tak terwujud
Ku putuskan demi mimpi - mimpi lain
Yang setimbang dan matang
Dengan kepedihan yang tersisa
Aku lakukan dalam keadaan hampa
Karena aku belum mampu menggapai
Untuk sebuah asa yang tak terbendung
Takdir berkata lain jika memang itu ku terima
Dengan segala daya hanya langkah satu
Tinggal kenangan bagai bunga layu
Setelah tak terwujud
Ku putuskan demi mimpi - mimpi lain
Yang setimbang dan matang
Dengan kepedihan yang tersisa
Jumat, 27 Oktober 2017
Bukan Siapa-Siapa
Ayah ..
Meski ku sudah dewasa, aku masih membutuhkanmu
Karena sekali pun engkau berlaku buruk, aku tetap memintamu menjadi tulang punggung teladanku
Ayah ..
Meski kau pernah tak mengakuiku, aku tetap sabar dan selalu berharap jadi panutan hidupku
Karena aku tak tahu dunia sana tanpa ajaran darimu
Ayah ..
Meski ku tahu engkau begitu emosional
Tapi aku tetap melihatmu dalam keadaan baik
Karena aku tetap membanggakanmu sebagai pemimpin
Karena aku tanpamu bukan siapa-siapa di sini
Ayah ..
Meski kita berpisah di sini
Aku tak akan berhenti
Karena aku telah belajar banyak darimu
Cara memperbaiki diri
Terima kasih ayah ..
Atas segala kebahagiaan dan rasa sakit yang ku rasakan ..
Meski ku sudah dewasa, aku masih membutuhkanmu
Karena sekali pun engkau berlaku buruk, aku tetap memintamu menjadi tulang punggung teladanku
Ayah ..
Meski kau pernah tak mengakuiku, aku tetap sabar dan selalu berharap jadi panutan hidupku
Karena aku tak tahu dunia sana tanpa ajaran darimu
Ayah ..
Meski ku tahu engkau begitu emosional
Tapi aku tetap melihatmu dalam keadaan baik
Karena aku tetap membanggakanmu sebagai pemimpin
Karena aku tanpamu bukan siapa-siapa di sini
Ayah ..
Meski kita berpisah di sini
Aku tak akan berhenti
Karena aku telah belajar banyak darimu
Cara memperbaiki diri
Terima kasih ayah ..
Atas segala kebahagiaan dan rasa sakit yang ku rasakan ..
Negeriku Cinta Sejati
Bangsa Indonesia
Jiwa ragaku utuh ku banggakan
Air mata haru jatuh cintaku pada negeri
Bangsa Indonesia
Jiwa ragaku kokoh atas kebangkitanmu
Keringat dan semangat kian melekat mengitari tubuhku
Bangsa Indonesia
Di bulan November engkau pahlawan kami
Setitik darah yang menetes jadi saksi kebahagiaan kami
Kaulah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pancasila Sakti negeri aman sekali
Negeriku cinta sejati
Jiwa ragaku utuh ku banggakan
Air mata haru jatuh cintaku pada negeri
Bangsa Indonesia
Jiwa ragaku kokoh atas kebangkitanmu
Keringat dan semangat kian melekat mengitari tubuhku
Bangsa Indonesia
Di bulan November engkau pahlawan kami
Setitik darah yang menetes jadi saksi kebahagiaan kami
Kaulah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pancasila Sakti negeri aman sekali
Negeriku cinta sejati
Rabu, 25 Oktober 2017
Hati yang Lapang Terbentang
Kami melangkah
Tak kenal lelah
Berjuang pun tak jengah
Pantang niat untuk menyerah
Kami petugas kesehatan
Kami siap jadi konsultan
Kami berjuang demi keselamatan
Kami akan terus membangun kekuatan
Bukan kelemahan yang kami tuju
Tiada halangan untuk maju
Kuat bagai ikatan kancing baju
Kayuh semangat untuk terus melaju
Kejar dengan berjuang
Untuk sebuah peluang
Buka hati untuk sebuah ruang
Tanpa lihat siapa yang punya uang
Karena kami datang
Dari hati yang lapang terbentang
Tak kenal lelah
Berjuang pun tak jengah
Pantang niat untuk menyerah
Kami petugas kesehatan
Kami siap jadi konsultan
Kami berjuang demi keselamatan
Kami akan terus membangun kekuatan
Bukan kelemahan yang kami tuju
Tiada halangan untuk maju
Kuat bagai ikatan kancing baju
Kayuh semangat untuk terus melaju
Kejar dengan berjuang
Untuk sebuah peluang
Buka hati untuk sebuah ruang
Tanpa lihat siapa yang punya uang
Karena kami datang
Dari hati yang lapang terbentang
Selasa, 24 Oktober 2017
Bunga Tanpa Kupu-Kupu
Adakah teman ??
Kesendirian yang membahana
Aku bagai bunga yang tak dihinggapi kupu-kupu
Adakah teman ??
Harus bagaimana hati yang kini sepi dan meriang tuk diobati
Huft .. Aku lelah menyendiri
Tolong Tuhan tunjukkan
Di mana separuh jiwaku berada?
Kesendirian yang membahana
Aku bagai bunga yang tak dihinggapi kupu-kupu
Adakah teman ??
Harus bagaimana hati yang kini sepi dan meriang tuk diobati
Huft .. Aku lelah menyendiri
Tolong Tuhan tunjukkan
Di mana separuh jiwaku berada?
Sebutir Rindu di Dada
Dulu aku menghubungimu biasa
Lewat SMS dan what's app
BBM yang berdering
Senantiasa ku nantikan
Namun kini berbeda
Setelah ke-tidak nyamanan melanda
Ada yang salah
Tak ku tahu itu apa
Seiring tak kau hubungi lagi
Antusias yang ku tunggu hilang
Masih ingatkah saat ku tunggu pesanmu saat begadang?
Di sini aku menunggu
Ada sebutir rindu di dadaku
Lewat SMS dan what's app
BBM yang berdering
Senantiasa ku nantikan
Namun kini berbeda
Setelah ke-tidak nyamanan melanda
Ada yang salah
Tak ku tahu itu apa
Seiring tak kau hubungi lagi
Antusias yang ku tunggu hilang
Masih ingatkah saat ku tunggu pesanmu saat begadang?
Di sini aku menunggu
Ada sebutir rindu di dadaku
Minggu, 22 Oktober 2017
Kebiasaan Unik Masa Kecil Hingga Kini
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Pada waktu itu, sekitar bulan Desember tahun 1999, usiaku 6 tahun, untuk pertama kalinya saya mengenal suasana Ramadhan dan shalat tarawih untuk pertama kali di sebuah masjid di kota Tasikmalaya. Suasana ramai dengan kegaduhan bunyi petasan dan juga langkah kaki jama'ah di malam hari berbondong-bondong memasuki area masjid. Biasa anak nakal, mainnya sama petasan melulu. Aku biasa main petasan sebelum sholat isya. Tempat mainnya emang agak jauh dari lingkungan masjid. Aku mah gak punya uang kalau mau main petasan. Tapi, temen2 yang baru aku kenal selalu selalu ngajakin aku main petasan. Ibarat mau bisnis tanpa modal hahaha ..
Gak terlalu kenal sih, cuma berasa deket aja seolah-olah kayak udah kenal lama. Buat usia anak kayak gitu, kenakalan main petasan pas malam tarawih udah jadi makanan tiap pas mau memasuki Ramadhan, kata temen-temenku sih gitu.
Tahu gak sih? Anak 6 tahun waktu itu gak sejahil anak 6 tahun di zaman now. Kalau udah baris di masjid bikin shaf sholat masih aja godain temennya mulai dari injek kaki sampe tendang pantat temennya yang lagi sujud, terus yang nendang itu langsung kabur keluar dari masjid. Duh aya2 wae ahh ..
Kenakalan anak zaman now (biasa dipanggil generasi millenial : lahir tahun 2000-an) itu beda banget sama anak tahun '90-an. Nakalnya kita-kita membawa kesan yang mendalam. Saking dalamnya, aku masih ingat itu gimana caranya nyembunyiin sendal punya temen tapi gak ketahuan. Parahnya nih nyembunyiin sendal di toilet masjid segala nunggu yang punya itu nangis, abis nangis baru dah dikasih tahu sendalnya ditaro di mana. Duh. Setelah menginjak masa SMP, aku mulai ngerti kalau jahil itu dilarang oleh agama.
Pengalaman unik lainnya yaitu kalau ufah mulai deket ke lebaran. Biasanya kakek dan nenek suka ngumpulin duit receh dari tahun ke tahun terus dibagikan pada hari raya idul fithri ke cucu-cucunya. Kata nenek saya, kegiatan ini udah jadi tradisi turun-temurun, namun entah siapa yang memulainya.
Di hari raya Idul Fithri, keluarga besar di Tasikmalaya selalu makan enak dengan berbagai kuliner Nusantara. Mulai dari kupat tahu Singaparna sampai rendang khas masakan Padang. Gak banyak macem kok, biasanya masakannya perpaduan antara masakan Sunda, Jawa sama Padang. Wah nikmatnya!
Tak lama di sana, tahun 2000-an aku pindah ke Kabupaten Bandung. Di Paledang inilah tempat pertama kali singgah hingga detik ini. Ada banyak halangan dan rintangan yang lebih terasa di sini. Kebiasaan baru di Kabupaten Bandung jauh lebih kompleks, mungkin karena tak lama tinggal di kampung halaman barang kali.
Orang-orangnya ramah. Tempatnya lebih beragam dari segi cara berjualan. Ramai, kumpulan berbagai suku juga ada. Dengan daya tarik wisata alamnya yang indah, tinggal di Kabupaten Bandung sungguh mengagumkan.
Aku belajar banyak hal di Kabupaten Bandung, mulai dari ilmu pengetahuan, dipertemukan dengan berbagai kajian Islam, sampai merasakan indahnya jatuh cinta dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa Kabupaten Bandung akan menjadi kenangan sepanjang masa untuk aku.
Kabupaten Bandung sungguh unik. Kebiasaan warganya yang suka bergotong-royong terlihat pada saat kerja bakti, juga kegiatan rutinitas kajian Islaminya, setiap hari ada. Masyarakat juga sering membiasakan olahraga pagi di lapangan kantor Pemerintah Kabupaten Bandung. Terkadang, ada sebagian wilayah di Kabupaten yang mengalami kemacetan layaknya Kota Besar. Uniknya seorang perempuan biasa kerap saya temukan sebagai juru parkir atau pengatur lalu lintas di pertigaan jalan.
Ada korelasi yang saya pelajari antara dulu dan sekarang yaitu :
1. Masyarakat Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung sama-sama mengaktifkan kegiatan Islami.
2. Semasa kanak-kanak hingga sekarang, saya merasakan kehangatan persahabatan dan tali persaudaraan. Meski masa kecil itu tindakan yang salah, tapi saya merasakan pertemanan yang baik walau pun gak kenal-kenal amat. Contohnya mau main petasan dibeliin sama temen hehehe ..
Iya ..
Kebiasaan dua tempat inilah yang saya dapatkan sebagai pembelajaran. Sama-sama membina hangatnya persahabatan. Apalagi kalau membina rumah tangga heheheh ..
Saya tidak mau berbicara tentang kekurangan terhadap kebiasaan suatu daerah atau kampung halaman. Karena gak ada yang sanggup menuju kesempurnaan.
Semua berawal dari hati, maka biarlah hati yang menjadi saksi bagi diri kita sendiri. Kita menulis, lalu kita berbagi manfaat untuk orang lain. Itu semua demi masa depan Bangsa Indonesia yang lebih baik lagi!
#NKRI_Harga_Mati
#Indonesia_Sejati
Bandung, 21 Oktober 2017
Penulis,
MURSYID SYAIFUL HAQ
Pada waktu itu, sekitar bulan Desember tahun 1999, usiaku 6 tahun, untuk pertama kalinya saya mengenal suasana Ramadhan dan shalat tarawih untuk pertama kali di sebuah masjid di kota Tasikmalaya. Suasana ramai dengan kegaduhan bunyi petasan dan juga langkah kaki jama'ah di malam hari berbondong-bondong memasuki area masjid. Biasa anak nakal, mainnya sama petasan melulu. Aku biasa main petasan sebelum sholat isya. Tempat mainnya emang agak jauh dari lingkungan masjid. Aku mah gak punya uang kalau mau main petasan. Tapi, temen2 yang baru aku kenal selalu selalu ngajakin aku main petasan. Ibarat mau bisnis tanpa modal hahaha ..
Gak terlalu kenal sih, cuma berasa deket aja seolah-olah kayak udah kenal lama. Buat usia anak kayak gitu, kenakalan main petasan pas malam tarawih udah jadi makanan tiap pas mau memasuki Ramadhan, kata temen-temenku sih gitu.
Tahu gak sih? Anak 6 tahun waktu itu gak sejahil anak 6 tahun di zaman now. Kalau udah baris di masjid bikin shaf sholat masih aja godain temennya mulai dari injek kaki sampe tendang pantat temennya yang lagi sujud, terus yang nendang itu langsung kabur keluar dari masjid. Duh aya2 wae ahh ..
Kenakalan anak zaman now (biasa dipanggil generasi millenial : lahir tahun 2000-an) itu beda banget sama anak tahun '90-an. Nakalnya kita-kita membawa kesan yang mendalam. Saking dalamnya, aku masih ingat itu gimana caranya nyembunyiin sendal punya temen tapi gak ketahuan. Parahnya nih nyembunyiin sendal di toilet masjid segala nunggu yang punya itu nangis, abis nangis baru dah dikasih tahu sendalnya ditaro di mana. Duh. Setelah menginjak masa SMP, aku mulai ngerti kalau jahil itu dilarang oleh agama.
Pengalaman unik lainnya yaitu kalau ufah mulai deket ke lebaran. Biasanya kakek dan nenek suka ngumpulin duit receh dari tahun ke tahun terus dibagikan pada hari raya idul fithri ke cucu-cucunya. Kata nenek saya, kegiatan ini udah jadi tradisi turun-temurun, namun entah siapa yang memulainya.
Di hari raya Idul Fithri, keluarga besar di Tasikmalaya selalu makan enak dengan berbagai kuliner Nusantara. Mulai dari kupat tahu Singaparna sampai rendang khas masakan Padang. Gak banyak macem kok, biasanya masakannya perpaduan antara masakan Sunda, Jawa sama Padang. Wah nikmatnya!
Tak lama di sana, tahun 2000-an aku pindah ke Kabupaten Bandung. Di Paledang inilah tempat pertama kali singgah hingga detik ini. Ada banyak halangan dan rintangan yang lebih terasa di sini. Kebiasaan baru di Kabupaten Bandung jauh lebih kompleks, mungkin karena tak lama tinggal di kampung halaman barang kali.
Orang-orangnya ramah. Tempatnya lebih beragam dari segi cara berjualan. Ramai, kumpulan berbagai suku juga ada. Dengan daya tarik wisata alamnya yang indah, tinggal di Kabupaten Bandung sungguh mengagumkan.
Aku belajar banyak hal di Kabupaten Bandung, mulai dari ilmu pengetahuan, dipertemukan dengan berbagai kajian Islam, sampai merasakan indahnya jatuh cinta dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa Kabupaten Bandung akan menjadi kenangan sepanjang masa untuk aku.
Kabupaten Bandung sungguh unik. Kebiasaan warganya yang suka bergotong-royong terlihat pada saat kerja bakti, juga kegiatan rutinitas kajian Islaminya, setiap hari ada. Masyarakat juga sering membiasakan olahraga pagi di lapangan kantor Pemerintah Kabupaten Bandung. Terkadang, ada sebagian wilayah di Kabupaten yang mengalami kemacetan layaknya Kota Besar. Uniknya seorang perempuan biasa kerap saya temukan sebagai juru parkir atau pengatur lalu lintas di pertigaan jalan.
Ada korelasi yang saya pelajari antara dulu dan sekarang yaitu :
1. Masyarakat Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung sama-sama mengaktifkan kegiatan Islami.
2. Semasa kanak-kanak hingga sekarang, saya merasakan kehangatan persahabatan dan tali persaudaraan. Meski masa kecil itu tindakan yang salah, tapi saya merasakan pertemanan yang baik walau pun gak kenal-kenal amat. Contohnya mau main petasan dibeliin sama temen hehehe ..
Iya ..
Kebiasaan dua tempat inilah yang saya dapatkan sebagai pembelajaran. Sama-sama membina hangatnya persahabatan. Apalagi kalau membina rumah tangga heheheh ..
Saya tidak mau berbicara tentang kekurangan terhadap kebiasaan suatu daerah atau kampung halaman. Karena gak ada yang sanggup menuju kesempurnaan.
Semua berawal dari hati, maka biarlah hati yang menjadi saksi bagi diri kita sendiri. Kita menulis, lalu kita berbagi manfaat untuk orang lain. Itu semua demi masa depan Bangsa Indonesia yang lebih baik lagi!
#NKRI_Harga_Mati
#Indonesia_Sejati
Bandung, 21 Oktober 2017
Penulis,
MURSYID SYAIFUL HAQ
Jumat, 20 Oktober 2017
Kekagumanku Yang Tersembunyi
Apakah ini??
Entah ..
Semakin hari ..
Semakin aku ..
Mungkin suatu nanti
Kau tahu
Kekagumanku yang tersembunyi
Sepertiga Malam Bersamamu
Terpancar kekaguman
Aku melayang di udara
Tahukah engkau akan perasaan sesungguhnya
Aku rindu
Dalam doaku menujumu
Inginku lepaskan
Sepi dalam sepertiga malamku bersamamu
Aku melayang di udara
Tahukah engkau akan perasaan sesungguhnya
Aku rindu
Dalam doaku menujumu
Inginku lepaskan
Sepi dalam sepertiga malamku bersamamu
Kamis, 19 Oktober 2017
Berikan Aku Hidayah-Mu
Hai guys .. 😎😎
Anak muda yang unyu-unyu, yang ganteng dan cantik .. 😁😁
Kamu suka bingung kan kalau abis beli hp atau tivi baru buat nonton?? 🤔🤔
Biasanya pihak penjual bakalan ngasih ke kamu buku panduan supaya kamu tahu gimana cara pakenya .. 😅😅
Dalam hidup ini, sebagai manusia, kita juga dikasih jalan untuk nemuin jati diri kita, ada apa sih di balik kejadian ini semua? Kita masih bingung kan buat apa dunia ini dijadikan? 😣😣
"Dan Dia mendapatimu dalam keadaan bingung, lalu Dia memberikan petunjuk" (Q.S. Ad Dhuhaa ayat 7)
Yakinlah, dari setiap masalah, pasti ada jalan keluarnya ..
Rabu, 18 Oktober 2017
Kerendahan Diri Ini
Biarkanlah menjadi rahasia ..
Suatu kekuatan dalam hati yang tidak bisa terusik ..
Aku berbisik ..
Menyeruak kata2 yang sulit terucap ..
Ahh asyik mungkin ..
Jika suatu saat nanti tiba ku buka seluruh isi hati
Aku ingin memuliakan diri atas dari izin Sang Illaahi ..
Ya Robbi ..
Aku malu atas kerendahan diri ini ..
Senin, 16 Oktober 2017
Bayang-bayang Rindu
Hujan ..Apa maumu datang ke mari?
Kok bisa sampai ke rumah sampe basah gini?
Tanyaku sejak kecil
Teringat hingga kini
Kini ku mengerti
Ada saat indah dan kelam silih berganti
Kau ajarkanku memberi tanpa pamrih
Kau ajarkanku kesegaran dan kesejukan
Namun ku takut amarahmu
Hanyutkan segala kenanganku
Tepiskan isi jiwaku
Lupakan bayang-bayang rindu
Tanyaku sejak kecil
Teringat hingga kini
Kini ku mengerti
Ada saat indah dan kelam silih berganti
Kau ajarkanku memberi tanpa pamrih
Kau ajarkanku kesegaran dan kesejukan
Namun ku takut amarahmu
Hanyutkan segala kenanganku
Tepiskan isi jiwaku
Lupakan bayang-bayang rindu
Minggu, 15 Oktober 2017
Sangkuriang, Badai Irma, dan Sendok Tembok
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Cerita ini diangkat dari legenda Jawa Barat, hanya saja, demi memenuhi tugas fiksi, ceritanya dibuat agak alay dan dramatis. Mari kita simak ceritanya ..
Suatu hari, Sangkuriang disuruh ibunya untuk pergi berburu ke hutan. Bersama si Tumang, anjing yang setia siap membantu tugas itu.
Sangkuriang : Mak gue pergi dulu ya ..
Dayang Sumbi : Oh iya hati2 nak ..
Berangkatlah mereka ke hutan. Hari sudah semakin sore, belum dapet juga satu pun hewan ternak.
Sangkuriang : Mati gue bisa kena marah sama emak. Kumaha atuh nya? Ahaa aya ide yeuh asik euy
Si Tumang : Mati gue bisa kena potong ku ieu budak ..
Sangkuriang pun menyembelih si Tumang. Baru sampai di rumah jam 7 malam ..
Dayang Sumbi : Ari maneh ke mana aja atuh? Sms ga dibaca, WA dicuekin, telpon kok gak diangkat .. BBM diantepin ..
Sangkuriang : Ampun mak baru pulang habis batre mak .. Nih ujang bawain daging bakar mak ..
Dayang Sumbi : Btw dagingnya enak. Ini daging apa nak?
Sangkuriang : Itu sapi mak ..
Dayang Sumbi : Oh nya atuh. Sip .. Ka mana si Tunang?
Sangkuriang : (diam)
Sangkuriang berbohong. Sampai suatu hari karena merasa berdosa atas kebohongannya. Akhirnya Sangkuriang mengakuinya ..
Sangkuriang : Maaf mak itu barusan daging si Tumang ..
Dayang Sumbi pun memukulnya dengan sendok tembok ..
Dayang Sumbi : Pergi kau Sangkuriang ..
Sangkuriang gundah gulana diusir ibunya. Masih remaja, jomblo pula. Sudah nasib ..
Sampai hari menjadi dewasa, Sangkuriang mencari cinta ..
Sangkuriang : Aku si ganteng sedang mencari cinta .. Oh bulan .. Datanglah ..
Tiba-tiba Sangkuriang bertemu seorang perempuan cantik jelita ..
Sangkuriang : Siapa namamu? Aku mau menikah denganmu ..r
Perempuan : Hai ganteng, sesungguhnya aku mengenal luka di kepalamu, mirip dengan lukanya Harry Potter. Bahkan Lord Voldemort sekali pun tak mampu membunuhmu. Semua berkat kekuatan sendok tembok itu ..
Sangkuriang : Tak mungkin .. Itu tidak mungkin kau Dayang Sumbi .. !!
Sangkuriang bersikeras ingin menikahinya. Namun ada satu syarat untuk niat dan tujuan itu
Dayang Sumbi : Tolong buatkan bahtera untuk kita berlayar selama lima jam. Waktu ditentukan sebelum matahari terbit.
Sangkuriang : Sa .. sa .. saya siap ..!!
Gagap tapi pasti. Sangkuriang mengumpulkan bantuan jin peliharaannya untuk membuat bahtera yang besar ..
Kejadian tak terduga, hujan besar datang. Bahtera buatan Sangkuriang baru selesai itu tiba-tiba hanyut dan terbalik.
Sangkuriang : Ett dah perahu gue mau ke mana loe?
Para jin berlarian ke tempat yang tinggi. Sangkuriang pun ikut terbawa arus arus karena gak bisa berenang
Oh .. Tidak. Sangkuring mati di samping bahtera karena terjangan badai Irma. Sangkuriang dinyatakan mati dalam keadaan jomblo. Dayang Sumbi lega, lantaran tak jadi menikah dengan anak kandungnya sendiri. Namun, sebagai seorang ibu, naluri kasih sayangnya tetap terjaga sepanjang masa ..
Cerita ini diangkat dari legenda Jawa Barat, hanya saja, demi memenuhi tugas fiksi, ceritanya dibuat agak alay dan dramatis. Mari kita simak ceritanya ..
Suatu hari, Sangkuriang disuruh ibunya untuk pergi berburu ke hutan. Bersama si Tumang, anjing yang setia siap membantu tugas itu.
Sangkuriang : Mak gue pergi dulu ya ..
Dayang Sumbi : Oh iya hati2 nak ..
Berangkatlah mereka ke hutan. Hari sudah semakin sore, belum dapet juga satu pun hewan ternak.
Sangkuriang : Mati gue bisa kena marah sama emak. Kumaha atuh nya? Ahaa aya ide yeuh asik euy
Si Tumang : Mati gue bisa kena potong ku ieu budak ..
Sangkuriang pun menyembelih si Tumang. Baru sampai di rumah jam 7 malam ..
Dayang Sumbi : Ari maneh ke mana aja atuh? Sms ga dibaca, WA dicuekin, telpon kok gak diangkat .. BBM diantepin ..
Sangkuriang : Ampun mak baru pulang habis batre mak .. Nih ujang bawain daging bakar mak ..
Dayang Sumbi : Btw dagingnya enak. Ini daging apa nak?
Sangkuriang : Itu sapi mak ..
Dayang Sumbi : Oh nya atuh. Sip .. Ka mana si Tunang?
Sangkuriang : (diam)
Sangkuriang berbohong. Sampai suatu hari karena merasa berdosa atas kebohongannya. Akhirnya Sangkuriang mengakuinya ..
Sangkuriang : Maaf mak itu barusan daging si Tumang ..
Dayang Sumbi pun memukulnya dengan sendok tembok ..
Dayang Sumbi : Pergi kau Sangkuriang ..
Sangkuriang gundah gulana diusir ibunya. Masih remaja, jomblo pula. Sudah nasib ..
Sampai hari menjadi dewasa, Sangkuriang mencari cinta ..
Sangkuriang : Aku si ganteng sedang mencari cinta .. Oh bulan .. Datanglah ..
Tiba-tiba Sangkuriang bertemu seorang perempuan cantik jelita ..
Sangkuriang : Siapa namamu? Aku mau menikah denganmu ..r
Perempuan : Hai ganteng, sesungguhnya aku mengenal luka di kepalamu, mirip dengan lukanya Harry Potter. Bahkan Lord Voldemort sekali pun tak mampu membunuhmu. Semua berkat kekuatan sendok tembok itu ..
Sangkuriang : Tak mungkin .. Itu tidak mungkin kau Dayang Sumbi .. !!
Sangkuriang bersikeras ingin menikahinya. Namun ada satu syarat untuk niat dan tujuan itu
Dayang Sumbi : Tolong buatkan bahtera untuk kita berlayar selama lima jam. Waktu ditentukan sebelum matahari terbit.
Sangkuriang : Sa .. sa .. saya siap ..!!
Gagap tapi pasti. Sangkuriang mengumpulkan bantuan jin peliharaannya untuk membuat bahtera yang besar ..
Kejadian tak terduga, hujan besar datang. Bahtera buatan Sangkuriang baru selesai itu tiba-tiba hanyut dan terbalik.
Sangkuriang : Ett dah perahu gue mau ke mana loe?
Para jin berlarian ke tempat yang tinggi. Sangkuriang pun ikut terbawa arus arus karena gak bisa berenang
Oh .. Tidak. Sangkuring mati di samping bahtera karena terjangan badai Irma. Sangkuriang dinyatakan mati dalam keadaan jomblo. Dayang Sumbi lega, lantaran tak jadi menikah dengan anak kandungnya sendiri. Namun, sebagai seorang ibu, naluri kasih sayangnya tetap terjaga sepanjang masa ..
Sungguh Ku Tak Rela
Saatku
Derita berbaur rindu
Denganmu ku ingat
Tatapmu pilu dan luka
Aku harus bagaimana
Dulu kau ada
Sepi ku rasa saat kau lepas
Aku tak rela
Sungguh ku tak rela
Derita berbaur rindu
Denganmu ku ingat
Tatapmu pilu dan luka
Aku harus bagaimana
Dulu kau ada
Sepi ku rasa saat kau lepas
Aku tak rela
Sungguh ku tak rela
Sabtu, 14 Oktober 2017
Aku Masih Rindu
Ku rasa
Tinggal kenangan saat kau pergi
Karena tak ada restu ayahku kau berlalu
Semua ini salahku
Tak mampu meyakinkannya tuk menerimamu
Hingga akhirnya menghilangkan jejakmu
Aku masih rindu
Aku masih rindu
Tinggal kenangan saat kau pergi
Karena tak ada restu ayahku kau berlalu
Semua ini salahku
Tak mampu meyakinkannya tuk menerimamu
Hingga akhirnya menghilangkan jejakmu
Aku masih rindu
Aku masih rindu
Rabu, 11 Oktober 2017
Energi Cinta
Aku tak mampu melirik matamu di dalam kedekatan
Karena jantungku terus berdetak oh tidak karuan
Aku tak mampu mengungkapkan dentuman kata demi kata
Karena aku bukan seorang penyait yang mudah menuliskannya
Beginilah ku mengungkapkannya lewat tarian pena
Coba dengarkanlah hati ini mengalir energi cinta
Berawal dari bagian jantung hatiku paling dalam
Hingga ujung pena dan meneteskan gelora kerinduan
Aku tak bisa jadi bulan
Yang selalu menemani malam
Aku juga bukan mentari
Yang selalu menerangi jagat
Aku hanya ada
Selama Tuhan memberi nafas
Aku hanya ada
Selama jantung ini berdetak
Semoga Engkau Mengetahuinya
Teruntuk hati yang di sana
Tahukah bahwa aku sedang menuju suatu rahasia di hati, dan mungkin itu akan lama?
Mungkin kematian menjemputku,
Atau didahulukan satu kemuliaan datang
Tapi tahukah kamu?
Isi hatiku sesungguhnya akan datang
Semoga kamu selalu berada dalam lindunganNya
Aku akan datang setelah menjadi kuat
Aku akan menemuimu dengan mahkota di kepalamu
Aku akan datang dengan kasih sayang
Dan demi semua niat di hatiku
Semoga engkau mengetahuinya
Tahukah bahwa aku sedang menuju suatu rahasia di hati, dan mungkin itu akan lama?
Mungkin kematian menjemputku,
Atau didahulukan satu kemuliaan datang
Tapi tahukah kamu?
Isi hatiku sesungguhnya akan datang
Semoga kamu selalu berada dalam lindunganNya
Aku akan datang setelah menjadi kuat
Aku akan menemuimu dengan mahkota di kepalamu
Aku akan datang dengan kasih sayang
Dan demi semua niat di hatiku
Semoga engkau mengetahuinya
Selasa, 10 Oktober 2017
Menjadi Rahasia
Biarkanlah menjadi rahasia. Suatu kekuatan dalam hati yang tidak bisa terusik ..
Aku berbisik ..
Menyeruak kata2 yang sulit terucap ..
Ahh asyik mungkin ..
Jika suatu saat nanti tiba ku buka seluruh isi hati
Aku ingin memuliakan diri atas dari izin Sang Illaahi ..
Ya Robbi ..
Aku malu atas kerendahan diri ini ..
#writing_quotes
#spiritual_effects
Senin, 09 Oktober 2017
Geura Taubat Mang
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Anak muda tuh kadang suka galau ya? Kadang galau kalau gak ada uang, gak bakal mau sekolah. Gak ada pacar alias jomblo jadi galau ..
Liat temen pake hp baru galau. Liat temen bawa motor baru galau. Dikit2 push up dikit2 galau karena ngerasa kurang dan kurang. Ayehh .. 😑😑
Harus kumaha atuh ieu teh? 🤔🤔
Kalau kita mau mujur, kudu banyak bersyukur bro, biar ditambah nikmatNya. Mau kan? 😎😎
Kalau ngerasa hidup masih susah, berarti ada yang salah 😣😣
Karena itu, geura taubat mang 😅😅
"Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertaubat, dan menyukai orang-orang yang membersihkan diri (Q.S. Al Baqarah 2 : 22
#Pemuda_Positif
#Pemuda_Karang_Taruna_RW_13
#Pemuda_Kabupaten_Bandung
#Geura_taubat_mang 😅😅
Minggu, 08 Oktober 2017
Jera Untuk Mencinta
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Lelah penat rasaku
Kata2 cintamu masih terngiang di telingaku
Hasrat jiwaku masih menggelora kepadamu
Sadar diri ini masih berjibaku menanggung malu
Derai air mataku menetes ketika memandangmu
Merasakan jati diri yang tak lagi sesuai dengan keinginanku
Luka itu menyayat melukai hatiku
Masih di sini ku mengingatmu
Namun jera untuk mencinta
Karena jati diri ini madih menyayangimu
Lelah penat rasaku
Kata2 cintamu masih terngiang di telingaku
Hasrat jiwaku masih menggelora kepadamu
Sadar diri ini masih berjibaku menanggung malu
Derai air mataku menetes ketika memandangmu
Merasakan jati diri yang tak lagi sesuai dengan keinginanku
Luka itu menyayat melukai hatiku
Masih di sini ku mengingatmu
Namun jera untuk mencinta
Karena jati diri ini madih menyayangimu
Cinta Berdarah di Negeri Matahari
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Di sini penulis sebagai pemeran utama bernama Garuda. Penulis sedang bercerita melalui dunia khayalnya. Jika aku seorang petinggi kerajaan di sebuah Negeri dongeng, maka aku akan menikah dengan seorang bangsawan pula. Berikut petikan ceritanya ...
Ada satu cerita tentang perjalananku menuju Negeri Matahari. Cinta berdarah. Yaa, Negeri yang Penuh Luka. Perkenalkan, namaku Garuda, aku dari Negeri Angin. Aku diutus sebagai penasihat untuk menghentikan peperangan di Negeri Matahari yang baru-baru ini terjadi. Beberapa hari terjadi pertumpahan darah. Saudara seperkampungan saling menyakiti.
Negeri Angin adalah negeri yang damai, karena itu seorang raja dari Negeri Matahari bernama Pelita Abadi meminta bantuan kepada Negeri Angin untuk memberantas pertikaian. Untuk itu, aku, Garuda yang diutus oleh raja Topan Angkara Murka siap berangkat menghadapi segala tujuan untuk mencapai tujuan itu. Di Negeri Matahari, aku tidak mendengar kata cinta, yang aku tahu selalu ada peperangan di sana.
Aku berangkat, dua hari kira-kira untuk menggapai Bukit Cinta, perbatasan dua Negeri jurang pemisah antara peradaban Timur dan Barat. Aku mendapat informasi dari orang sekitar sana, bahwa Pelita Abadi dan istrinya, Cahaya Hati, beserta Penasihat Putri Kerajaan bernama Mentari melarikan diri dari istana kerajaan. Beberapa saat kemudian, sampailah aku di istana Kerajaan. Detasemen Surya, Prajurit Istana Negeri Matahari yang terkenal kuat karena pertahanan pasukannya, dibantai habis tak satu pun terlewat. Hanya ada dua petunjuk yang ku temukan, yaitu seorang Putri Kerajaan bernama Pelangi Cantik Jelita tergeletak pingsan terkena efek obat bius dan sebuah surat ancaman.
Aku : "Bangunlah! Putri Matahari..."
Pelangi : "Siapa engkau, hai orang tampan??:
Aku : "Aku diutus oleh Raja Topan Angkara Murka untuk menjemputmu dari bahaya ini. Apa yang membuat kerajaan Negeri Matahari luluh lantah? Padahal, Negeri Matahari mempunyai kekuatan Detasemen Surya yang sudah teruji kehebatannya?"
Pelangi : "Entahlah. Mungkin ada pengkhianatan di negeri kami. Sebagai seorang Putri Kerajaan, saya dituntut untuk mengerti tentang hubungan diplomatik di tiap wilayah. Ada tiga suku di sini, yakni Kilat, Petir dan Halilintar. Saya diajarkan informasi ini oleh seorang Penasihat Putri Kerajaan. Kami adalah satu. Kilat adalah berkas sinar, Petir adalah energi listrik dan yang terpancar, dan Halilintar adalah bentuk simbol listrik itu dan suaranya yang menggelegar. Namun satu diantaranya menolak pemerintahan kami, karena keluarga kami adalah suku Petir".
Aku : "Kalau begitu, surat yang tertinggal di sini ada hubungannya dengan itu?"
Pelangi : "Iya. Perencanaan kudeta".
Aku : "Marilah, aku akan menggendongmu ke tempat yang aman. Bawa suratnya".
Setelah mengevakuasi Pelangi ke Bukit Cinta, aku siap membacakan isi suratnya. Pelangi pun menyimak.
"Kami ingin Negeri Matahari untuk kami.Tak ada yang bisa halangi kami lagi".
Chakra, pemimpin suku Halilintar
Kami pun beristirahat sejenak untuk istirahat. Keesokan harinya, aku menghubungi Merpati, Panglima Kerajaan Negeri Angin dengan mengirim surat terbang lewat Angin Muson Empat Musim. Sebagai Panglima Perang, beliau adalah guru yang hebat bagiku. Beliau mengajariku jurus pamungkas pedang tingkat tinggi, yaitu Jurus Tarian Pedang Badai Irma, jurus pembuat pusaran badai dengan pedang dua tangan.
Sampailah aku dan Sang Putri Matahari di Istana Kirana, kerajaan Negeri Angin. Aku langsung menghadap Raja.
Topan Angkara Murka : "Apa yang membuatmu kewalahan sehingga sayatan pedang menimpamu, wahai Garuda?"
Aku : "Ampun Paduka, pasukan Halilintar banyak sekali. Aku bersama seorang putri kemari".
Topan Angkara Murka : "Suruh dia menghadap. Kamu, Garuda! Makan dulu sana, ada Mie Ayam Spesial Baso Goreng hehehe.."
Aku : "Baik, Paduka!"
Sang Putri mulai berbicara.
Pelangi : "Aku harus mencari ayah dan ibuku bersama seorang penasihat putri kerajaan yang hilang dari negeri kami. Tolong bantu kami untuk menyelesaikan situasi politik yang sedang genting ini'.
Topan Angkara Murka : "Merpati, kirim pasukan Angin Malam untuk siap berperang. Evakuasi jika ada rakyat sipil di area perang. Kita besok pagi berangkat".
Merpati : "Siap laksanakan, Paduka!"
Bersama seluruh elemen pasukan, kami siap berperang. Negeri Angin perlahan ditinggalkan.
Aku : "Siap berangkat, Pelangi?"
Pelangi : Okelah kalau begitu".
Merpati : "Ekhm. Ciyee .. "
Aku : "Apaan sih? Geje deh ihh"
Tak disangka, kami bersama pasukan bertemu dengan orang tuanya Pelangi dan Mentari, penasihat kerajaan Negeri Matahari.
Pelangi : "Ayah, Ibu, Mentari juga ..! Apa kabar?"
Mereka menjawab : "Kami baik-baik saja".
Merpati : "Pelangi, gadis cantik di sebelah orang tuamu itu siapa?"
Merpati dan Mentari pun berkenalan.
Aku : "Ciyee.. Ada yang lagi kasmaran."
Merpati : "Kurang kerjaan Pak kalau saya naksir mah. Gaji dari jabatan ini aja sudah cukup buat nambah uang kost-kostan wkwkwk .."
Ada-ada saja bercandanya Panglima Merpati ini. Kami pun lanjut ke percakapan selanjutnya.
Pelita Abadi : "Kami terusir dari negeri sendiri. Terasing bak berlayar terombang-ambing di lautan. Ingin segera mengakhirinya"
Pelangi : "Pasukan Halilintar menyerukan gerakan kepemimpinan terpusat, dengan jurus terlarang bernama Tarian Jagat Raya Pedang Halilintar, yakni jurus yang digunakan untuk menghancurkan wilayah tertentu yang akan diserang menggunakan pedang bermuatan listrik murni dari langit. Dengan ini, Negeri kita bisa hancur, dan mereka bisa membangun negeri yang baru. Mereka akan membuat kejahatan di mana-mana. Jurus itu hanya boleh digunakan untuk memusnahkan kejahatan, bukan mendukung kejahatan. Ada dua cara yang bisa digunakan untuk menghancurkan jurus itu. Pertama, membunuh pengguna jurusnya, kedua, kekuatan cinta antar dua peradaban negeri, yakni Negeri Matahari dan Negeri Angin".
Pelita Abadi : "Kehancuran telah dipelihatkan. Aku harus berperang melawan negeri sendiri, dengan rakyatku sendiri".
Aku : "Baiklah, kami siap membantu. Mari kita berperang sampai titik darah penghabisan".
Akhirnya, kami bertemu pasukan Halilintar. Kami sepakat untuk berperang di Bukit Cinta yang tak tersentuh rakyat sipil.
Ritual jurus terlarang itu dimulai. Chakra adalah pemimpin Suku Halilintar yang menjadi pengendali jurus mematikan itu.
Chakra : "Sebentar lagi kalian akan musnah. Hahahahaha .. "
Aku : "Diam kau, Chakra .. "
Merpati : "Celaka .. Tarian Pedang Jagat Raya itu mengarah ke Tuan Putri Pelangi .."
Aku : "Tidak Rhoma .. Tidak .."
Merpati : "Dia Pelangi Pak, bukan Rhoma Irama si Raja Dangdut hahaha .."
Aku : "Ayeehh .. Lupa .. Panglima Merpati, tolong jaga Pelangi. Saya akan menghalangi pengguna jurus itu .."
Merpati : "Baik. Hati-hati Tuan Garuda".
Aku : JURUS TARIAN PEDANG BADAI IRMA ... EMPAT ELEMEN BERSATULAH ..
Merpati : "Jurus yang pernah aku ajarkan pada Garuda kini semakin sempurna. Tapi kekuatannya masih tak sebanding dengan jurus terlarang itu, dia mengarah kepada para petinggi Negeri Matahari. Aku harus menjauhkan mereka darinya".
Aku : "Jurus terlarang ini sangat kuat, sepertinya aku akan merasakan kematian. Kenapa berbelok? Ahh tidak .. Jangan ke sana .."
Pelangi : "Tidak. Garuda jangan mati.. Aku mencintaimu. Please deh jangan mati dulu .. "
Aku berhasil menghalanginya. Sepertinya keadaan semakin gelap .. Entah. Ini alam apa. Tiba-tiba sesosok putih datang mendekatiku, tak berbentuk dan rupa.
Sosok Putih : "Kembalilah Garuda".
Aku : "Siapa dirimu? Apa maksudnya kembali?"
Sosok Putih : "Kamu belum pantas di sini. Apalagi kamu masih jomblo. Balik lagi sana, Sang Putri nungguin kamu .."
Tiba-tiba aku merasakan kehangatan. Pelukan Sang Putri, mungkin ini yang dimaksud kembali.
Pelangi : "Bangun sayang, lawan dia".
Aku : "Ciaat.."
Merpati : "Ini Merpati Tuan, tolong jangan saya .."
Aku : "Salah orang hahahha .."
Chakra : "Apa yang terjadi? Kekuatan Tarian Jagat Raya Pedang Halilintar ini melemah? Tidak mungkin!!"
Aku : "Ayo kita duel. Gunting kertas batu ding .."
Chakra : "Gampang itu mah hahaha .. "
Duel pedang sengit pun terjadi.
Merpati : Aku jadi ingat apa kata sang Putri. Ternyata kekuatan cinta dari dua peradaban dapat merusak elemen listrik pedang Chakra tadi hingga akhirnya melemah .. Baiklah kalau begitu. Mentari, aku mencintaimu. Marilah kita berperang bersama-sama".
Mentari : "Baiklah akang Merpati. Aku terima cintamu. Sebenarnya aku mencintaimu sejak pertama kali bertemu .."
Perang semakin ramai. Jurus terlarang itu semakin melemah. Chakra si pengguna jurus itu terhunus oleh pedangnya sendiri karena energi dalam tubuhnya sudah hilang.
Chakra : "Selamat atas kemenangan kalian. Keegoisan akan kalah dengan perhatian, cinta, dan kasih sayang antar sesama .. "
Aku : "Chakra, terima kasih telah mengajari kami arti cinta. Aku takkan pernah mau membunuhmu, tapi aku tak dapat menyelamatkanmu. Ini semua karena ulah dan perbuatanmu sendiri .."
Jurus terlarang itu telah berakhir. Pengguna jurusnya pun sudah mati. Mulai detik ini, perselisihan telah tiada. Bahkan dua Negeri yang berbeda ini berbaur dan tenteram.
Topan Angkara Murka : "Yang terhormat kepada Panglima Merpati dan Mentari, Penasihat Kerajaan Negeri Matahari, mulai besok kalian diperkenanankan untuk menikah.
Pelita Abadi : "Saya setuju".
Aku : "Ciyee ..Btw, kalau aku kapan?"
Pelita Abadi : "Kamu nanti aja, Pelangi soalnya masih kuliah dua semester lagi, tahun depan baru lulus hehehe .. "
Aku : Aihh.. Lama :-v tahun depan dong .. "
Pelita Abadi : Hahaha .. Tenang, besok juga kita nikahkan. Oke .."
Keesokan harinya, pernikahan itu terjadi. Akhirnya, dengan dengan cinta, kedua Negeri menjadi damai sejahtera. Takkan ada lagi Cinta Berdarah di Negeri Matahari ..
SEKIAN.
Di sini penulis sebagai pemeran utama bernama Garuda. Penulis sedang bercerita melalui dunia khayalnya. Jika aku seorang petinggi kerajaan di sebuah Negeri dongeng, maka aku akan menikah dengan seorang bangsawan pula. Berikut petikan ceritanya ...
Ada satu cerita tentang perjalananku menuju Negeri Matahari. Cinta berdarah. Yaa, Negeri yang Penuh Luka. Perkenalkan, namaku Garuda, aku dari Negeri Angin. Aku diutus sebagai penasihat untuk menghentikan peperangan di Negeri Matahari yang baru-baru ini terjadi. Beberapa hari terjadi pertumpahan darah. Saudara seperkampungan saling menyakiti.
Negeri Angin adalah negeri yang damai, karena itu seorang raja dari Negeri Matahari bernama Pelita Abadi meminta bantuan kepada Negeri Angin untuk memberantas pertikaian. Untuk itu, aku, Garuda yang diutus oleh raja Topan Angkara Murka siap berangkat menghadapi segala tujuan untuk mencapai tujuan itu. Di Negeri Matahari, aku tidak mendengar kata cinta, yang aku tahu selalu ada peperangan di sana.
Aku berangkat, dua hari kira-kira untuk menggapai Bukit Cinta, perbatasan dua Negeri jurang pemisah antara peradaban Timur dan Barat. Aku mendapat informasi dari orang sekitar sana, bahwa Pelita Abadi dan istrinya, Cahaya Hati, beserta Penasihat Putri Kerajaan bernama Mentari melarikan diri dari istana kerajaan. Beberapa saat kemudian, sampailah aku di istana Kerajaan. Detasemen Surya, Prajurit Istana Negeri Matahari yang terkenal kuat karena pertahanan pasukannya, dibantai habis tak satu pun terlewat. Hanya ada dua petunjuk yang ku temukan, yaitu seorang Putri Kerajaan bernama Pelangi Cantik Jelita tergeletak pingsan terkena efek obat bius dan sebuah surat ancaman.
Aku : "Bangunlah! Putri Matahari..."
Pelangi : "Siapa engkau, hai orang tampan??:
Aku : "Aku diutus oleh Raja Topan Angkara Murka untuk menjemputmu dari bahaya ini. Apa yang membuat kerajaan Negeri Matahari luluh lantah? Padahal, Negeri Matahari mempunyai kekuatan Detasemen Surya yang sudah teruji kehebatannya?"
Pelangi : "Entahlah. Mungkin ada pengkhianatan di negeri kami. Sebagai seorang Putri Kerajaan, saya dituntut untuk mengerti tentang hubungan diplomatik di tiap wilayah. Ada tiga suku di sini, yakni Kilat, Petir dan Halilintar. Saya diajarkan informasi ini oleh seorang Penasihat Putri Kerajaan. Kami adalah satu. Kilat adalah berkas sinar, Petir adalah energi listrik dan yang terpancar, dan Halilintar adalah bentuk simbol listrik itu dan suaranya yang menggelegar. Namun satu diantaranya menolak pemerintahan kami, karena keluarga kami adalah suku Petir".
Aku : "Kalau begitu, surat yang tertinggal di sini ada hubungannya dengan itu?"
Pelangi : "Iya. Perencanaan kudeta".
Aku : "Marilah, aku akan menggendongmu ke tempat yang aman. Bawa suratnya".
Setelah mengevakuasi Pelangi ke Bukit Cinta, aku siap membacakan isi suratnya. Pelangi pun menyimak.
"Kami ingin Negeri Matahari untuk kami.Tak ada yang bisa halangi kami lagi".
Chakra, pemimpin suku Halilintar
Kami pun beristirahat sejenak untuk istirahat. Keesokan harinya, aku menghubungi Merpati, Panglima Kerajaan Negeri Angin dengan mengirim surat terbang lewat Angin Muson Empat Musim. Sebagai Panglima Perang, beliau adalah guru yang hebat bagiku. Beliau mengajariku jurus pamungkas pedang tingkat tinggi, yaitu Jurus Tarian Pedang Badai Irma, jurus pembuat pusaran badai dengan pedang dua tangan.
Sampailah aku dan Sang Putri Matahari di Istana Kirana, kerajaan Negeri Angin. Aku langsung menghadap Raja.
Topan Angkara Murka : "Apa yang membuatmu kewalahan sehingga sayatan pedang menimpamu, wahai Garuda?"
Aku : "Ampun Paduka, pasukan Halilintar banyak sekali. Aku bersama seorang putri kemari".
Topan Angkara Murka : "Suruh dia menghadap. Kamu, Garuda! Makan dulu sana, ada Mie Ayam Spesial Baso Goreng hehehe.."
Aku : "Baik, Paduka!"
Sang Putri mulai berbicara.
Pelangi : "Aku harus mencari ayah dan ibuku bersama seorang penasihat putri kerajaan yang hilang dari negeri kami. Tolong bantu kami untuk menyelesaikan situasi politik yang sedang genting ini'.
Topan Angkara Murka : "Merpati, kirim pasukan Angin Malam untuk siap berperang. Evakuasi jika ada rakyat sipil di area perang. Kita besok pagi berangkat".
Merpati : "Siap laksanakan, Paduka!"
Bersama seluruh elemen pasukan, kami siap berperang. Negeri Angin perlahan ditinggalkan.
Aku : "Siap berangkat, Pelangi?"
Pelangi : Okelah kalau begitu".
Merpati : "Ekhm. Ciyee .. "
Aku : "Apaan sih? Geje deh ihh"
Tak disangka, kami bersama pasukan bertemu dengan orang tuanya Pelangi dan Mentari, penasihat kerajaan Negeri Matahari.
Pelangi : "Ayah, Ibu, Mentari juga ..! Apa kabar?"
Mereka menjawab : "Kami baik-baik saja".
Merpati : "Pelangi, gadis cantik di sebelah orang tuamu itu siapa?"
Merpati dan Mentari pun berkenalan.
Aku : "Ciyee.. Ada yang lagi kasmaran."
Merpati : "Kurang kerjaan Pak kalau saya naksir mah. Gaji dari jabatan ini aja sudah cukup buat nambah uang kost-kostan wkwkwk .."
Ada-ada saja bercandanya Panglima Merpati ini. Kami pun lanjut ke percakapan selanjutnya.
Pelita Abadi : "Kami terusir dari negeri sendiri. Terasing bak berlayar terombang-ambing di lautan. Ingin segera mengakhirinya"
Pelangi : "Pasukan Halilintar menyerukan gerakan kepemimpinan terpusat, dengan jurus terlarang bernama Tarian Jagat Raya Pedang Halilintar, yakni jurus yang digunakan untuk menghancurkan wilayah tertentu yang akan diserang menggunakan pedang bermuatan listrik murni dari langit. Dengan ini, Negeri kita bisa hancur, dan mereka bisa membangun negeri yang baru. Mereka akan membuat kejahatan di mana-mana. Jurus itu hanya boleh digunakan untuk memusnahkan kejahatan, bukan mendukung kejahatan. Ada dua cara yang bisa digunakan untuk menghancurkan jurus itu. Pertama, membunuh pengguna jurusnya, kedua, kekuatan cinta antar dua peradaban negeri, yakni Negeri Matahari dan Negeri Angin".
Pelita Abadi : "Kehancuran telah dipelihatkan. Aku harus berperang melawan negeri sendiri, dengan rakyatku sendiri".
Aku : "Baiklah, kami siap membantu. Mari kita berperang sampai titik darah penghabisan".
Akhirnya, kami bertemu pasukan Halilintar. Kami sepakat untuk berperang di Bukit Cinta yang tak tersentuh rakyat sipil.
Ritual jurus terlarang itu dimulai. Chakra adalah pemimpin Suku Halilintar yang menjadi pengendali jurus mematikan itu.
Chakra : "Sebentar lagi kalian akan musnah. Hahahahaha .. "
Aku : "Diam kau, Chakra .. "
Merpati : "Celaka .. Tarian Pedang Jagat Raya itu mengarah ke Tuan Putri Pelangi .."
Aku : "Tidak Rhoma .. Tidak .."
Merpati : "Dia Pelangi Pak, bukan Rhoma Irama si Raja Dangdut hahaha .."
Aku : "Ayeehh .. Lupa .. Panglima Merpati, tolong jaga Pelangi. Saya akan menghalangi pengguna jurus itu .."
Merpati : "Baik. Hati-hati Tuan Garuda".
Aku : JURUS TARIAN PEDANG BADAI IRMA ... EMPAT ELEMEN BERSATULAH ..
Merpati : "Jurus yang pernah aku ajarkan pada Garuda kini semakin sempurna. Tapi kekuatannya masih tak sebanding dengan jurus terlarang itu, dia mengarah kepada para petinggi Negeri Matahari. Aku harus menjauhkan mereka darinya".
Aku : "Jurus terlarang ini sangat kuat, sepertinya aku akan merasakan kematian. Kenapa berbelok? Ahh tidak .. Jangan ke sana .."
Pelangi : "Tidak. Garuda jangan mati.. Aku mencintaimu. Please deh jangan mati dulu .. "
Aku berhasil menghalanginya. Sepertinya keadaan semakin gelap .. Entah. Ini alam apa. Tiba-tiba sesosok putih datang mendekatiku, tak berbentuk dan rupa.
Sosok Putih : "Kembalilah Garuda".
Aku : "Siapa dirimu? Apa maksudnya kembali?"
Sosok Putih : "Kamu belum pantas di sini. Apalagi kamu masih jomblo. Balik lagi sana, Sang Putri nungguin kamu .."
Tiba-tiba aku merasakan kehangatan. Pelukan Sang Putri, mungkin ini yang dimaksud kembali.
Pelangi : "Bangun sayang, lawan dia".
Aku : "Ciaat.."
Merpati : "Ini Merpati Tuan, tolong jangan saya .."
Aku : "Salah orang hahahha .."
Chakra : "Apa yang terjadi? Kekuatan Tarian Jagat Raya Pedang Halilintar ini melemah? Tidak mungkin!!"
Aku : "Ayo kita duel. Gunting kertas batu ding .."
Chakra : "Gampang itu mah hahaha .. "
Duel pedang sengit pun terjadi.
Merpati : Aku jadi ingat apa kata sang Putri. Ternyata kekuatan cinta dari dua peradaban dapat merusak elemen listrik pedang Chakra tadi hingga akhirnya melemah .. Baiklah kalau begitu. Mentari, aku mencintaimu. Marilah kita berperang bersama-sama".
Mentari : "Baiklah akang Merpati. Aku terima cintamu. Sebenarnya aku mencintaimu sejak pertama kali bertemu .."
Perang semakin ramai. Jurus terlarang itu semakin melemah. Chakra si pengguna jurus itu terhunus oleh pedangnya sendiri karena energi dalam tubuhnya sudah hilang.
Chakra : "Selamat atas kemenangan kalian. Keegoisan akan kalah dengan perhatian, cinta, dan kasih sayang antar sesama .. "
Aku : "Chakra, terima kasih telah mengajari kami arti cinta. Aku takkan pernah mau membunuhmu, tapi aku tak dapat menyelamatkanmu. Ini semua karena ulah dan perbuatanmu sendiri .."
Jurus terlarang itu telah berakhir. Pengguna jurusnya pun sudah mati. Mulai detik ini, perselisihan telah tiada. Bahkan dua Negeri yang berbeda ini berbaur dan tenteram.
Topan Angkara Murka : "Yang terhormat kepada Panglima Merpati dan Mentari, Penasihat Kerajaan Negeri Matahari, mulai besok kalian diperkenanankan untuk menikah.
Pelita Abadi : "Saya setuju".
Aku : "Ciyee ..Btw, kalau aku kapan?"
Pelita Abadi : "Kamu nanti aja, Pelangi soalnya masih kuliah dua semester lagi, tahun depan baru lulus hehehe .. "
Aku : Aihh.. Lama :-v tahun depan dong .. "
Pelita Abadi : Hahaha .. Tenang, besok juga kita nikahkan. Oke .."
Keesokan harinya, pernikahan itu terjadi. Akhirnya, dengan dengan cinta, kedua Negeri menjadi damai sejahtera. Takkan ada lagi Cinta Berdarah di Negeri Matahari ..
SEKIAN.
Kamis, 05 Oktober 2017
Sepasang Sepatu
Banyak para pemuda di negeri kita merisaukan tentang jodoh atau pendamping hidup. Bahkan, tidak sedikit pula yang sengaja pacaran demi tercapainya upaya penjemputan jodoh.
Kata orang, jodoh itu serupa tapi tak sama, bagai sepasang sepatu yang bergerak karena kaki manusia. Berbeda jenis dan substansi, namun menyatu menjadi kekuatan senyawa yang stabil.
Sebetulnya kita tidak perlu risau karena perkara tentang jodoh ini sudah ada ketetapannya dalam Al Qur'anul Kariim. Tahukah bahwa, jodoh yang pasti datang itu bernama KEMATIAN. Jadi, masih mau risau soal jodoh? :-v
"Dan Kami jadikan segala sesuatu berpasang-pasangan supaya kamu dapat mengingat keagungan (kepunyaan) Allah". (Q.S. Adz-Dzariyaat 51 : 49)
Yuk ikhwah FiLlaah, ajak temen2 kamu untuk ikut ke surgaNya Allah Ta'alaa melalui kegiatan aktif di masjid sekitar rumah kamu agar menjadi generasi pemuda yang beriman dan bertaqwa.
#motivasidakwah
#sepasangsepatu
#remajagaul
#nikahhargamati
Benih-Benih Rindu
Kau terangi
Segala gundah dalam cerita yang mengusik
Masih ku teringat riwayat balasan obrolan
Kata2mu yang menyejukkan
Tahukah bahwa
Dari riwayat- riwayat itu terlahir benih-benih rindu
Ku kini malu menghubungimu
Bacalah rasa cintaku
Nilailah aku, jadilah Pendampingku
Segala gundah dalam cerita yang mengusik
Masih ku teringat riwayat balasan obrolan
Kata2mu yang menyejukkan
Tahukah bahwa
Dari riwayat- riwayat itu terlahir benih-benih rindu
Ku kini malu menghubungimu
Bacalah rasa cintaku
Nilailah aku, jadilah Pendampingku
Rabu, 04 Oktober 2017
Menjadi Rahasia
Biarkanlah menjadi rahasia. Suatu kekuatan dalam hati yang tidak bisa terusik ..
Aku berbisik ..
Menyeruak kata2 yang sulit terucap ..
Ahh asyik mungkin ..
Jika suatu saat nanti tiba ku buka seluruh isi hati
Aku ingin memuliakan diri atas dari izin Sang Illaahi ..
Ya Robbi ..
Aku malu atas kerendahan diri ini ..
#writing_quotes
#spiritual_effects
#special_Muharram
Senin, 02 Oktober 2017
Seutas Tali Kasih Sayang
Oleh : Mursyid Syaiful Haq
Menyebalkan ..
Semakin menjadi pandangan itu
Matanya indah membekas merasuk jiwa
Memunculkan sejumlah tanda tanya
Menyebalkan ..
Siang dan malam saat sepi hadirkan bayang-bayang rindu
Aku tak tahu dari mana datangnya kamu
Aku malu ..
Ku harap ku dapat menemui orang tuamu
Kan ku katakan pada mereka bahwa ini rindu
Menyebalkan ..
Ingin ku ikat dirimu dengan seutas tali kasih sayang
Untuk melampiaskan segala kerinduan yang ada
Kan aku buktikan kepadamu
Bahwa engkaulah satu-satunya dan tiada duanya ..
Menyebalkan ..
Semakin menjadi pandangan itu
Matanya indah membekas merasuk jiwa
Memunculkan sejumlah tanda tanya
Menyebalkan ..
Siang dan malam saat sepi hadirkan bayang-bayang rindu
Aku tak tahu dari mana datangnya kamu
Aku malu ..
Ku harap ku dapat menemui orang tuamu
Kan ku katakan pada mereka bahwa ini rindu
Menyebalkan ..
Ingin ku ikat dirimu dengan seutas tali kasih sayang
Untuk melampiaskan segala kerinduan yang ada
Kan aku buktikan kepadamu
Bahwa engkaulah satu-satunya dan tiada duanya ..
Minggu, 01 Oktober 2017
Kembali Beraksi
Hari ini, kami kembali beraksi
Mengejar mimpi, meraih prestasi
Siap melayani dan konsultasi
Panas terik tak menyurutkan tekad kami
Hari ini kami kembali beraksi
Bulan yang baru harus lebih semangat lagi
Sampai hari nanti
Sampai rakyat sehat kembali
Mengejar mimpi, meraih prestasi
Siap melayani dan konsultasi
Panas terik tak menyurutkan tekad kami
Hari ini kami kembali beraksi
Bulan yang baru harus lebih semangat lagi
Sampai hari nanti
Sampai rakyat sehat kembali
Langganan:
Postingan (Atom)