Minggu, 24 September 2017

Tentang Aku dan Pengalaman yang Paling Berkesan dalam Hidupku

Oleh : Mursyid Syaiful Haq

Aku adalah lelaki biasa. Aku terlahir dari keluarga sederhana, tertulis dalam sebuah akta kelahiran bernama "Mursyid Syaiful Haq" di Tasikmalaya, 27 September 1993 dari pasangan muda yakni Subejo (ayah) dan Elfi Rosyifah (Ibu). Usiaku sebentar lagi menuju 24 tahun. Selama hidup, aku belajar tentang banyak hal.

Aku orangnya suka menyendiri. Bisa jadi dibilang introvert, entah. Dugaan sementara, atau cuma sangkaan orang saja. Sering bercanda sama temen, paling demen banget makan ayam goreng haha :-D .. Aku suka bersabar, aku senangnya mengalah. Ada sifat dan sikap yang menarik. Sifat yang ramah tamah, penyayang terhadap sesama, terkadang emosian, melankolis banget kalau lagi baper. Romantisme menjadi sikap andalan     kalau lagi ngerayu cewek. Puisinya melejit penuh kata - kata gombal. Itu kalau udah gombal, bisa aja tingginya ngalahin gunung Malabar hahaha :-D


Sebuah kekurangan diri ini. Banyak yang ku sesali dalam hidup. Aku terjatuh ketika diberi suatu pilihan namun tak dapat mencapai semua keinginan. Seolah aku harus menyesuaikan pembelajaran mendewasakan diri.

Entahlah. Terkadang manusia berada dalam kenistaan dan dosa, sehingga kesalahan dan kehancuran sering kali menghantui pikiran seseorang.

Ada satu hal yang berkesan dalam hidup yang ku jalani, yaitu CINTA. Ada kalanya, cinta itu datang ketika dibutuhkan di saat yang tepat jika sedang terjadi suatu kekacauan lahir dan bathin yang membuat kita terjungkal dalam suatu jurang kegagalan.

Yaa .. Begitu banyak kata - kata yang ingin ku lontarkan, dalam curahan tinta dan pena yang berdendang. Namun, biarlah sebagian besar peristiwa itu tersimpan menjadi rahasia pikiran dan hati yang tersembunyi. Hanya sanubari. Cukup jadikan modal untuk terus berkarya pada hari - hari mendatang.

Iya, dia (cinta) ♥ adalah milik Dia. Si dia selalu hadir di tengah - tengah kita. Cinta selalu hadir di setiap kalangan, dari mana saja, kapan saja, baik disadari atau pun tidak.

Ini cinta ♥. Aku dipertemukan oleh Dia di sebuah sekolah menengah pertama, tahun 2005 silam. Banyak teman baru waktu itu, usiaku 12 tahun. Dulu aku nakal. Aku anak yang ingin berubah. Sampai suatu saat aku bertekad, menjadi bintang kelas. Iya, menjadi orang nomor satu dalam prestasi. Malam hari aku selalu belajar. Selalu review tugas sekolah. Diskusi pagi di kelas pun sering aku lakukan. Begitulah jatuh cintaku pada ilmu pengetahuan.

Aku berhasil. Di akhir tahun ajaran semester, aku mendapat gelar juara kelas dan umum ke-3 di sekolah. Aku bangga. Yaa, itu dulu. AlhamduliLlaah. Sembilan tahun sudah ku nostalgia tentang hal yang berkesan.


Demikian sepenggal kisahku yang sederhana ini. Kisah tak selalu manis, karena yang manis itu ada 4 (empat) hal:
1. Gula.
2. Madu.
3. Buah.
4. Kamu cintaku ♥ hahaha

Terima kasih sudah mampir dalam tulisan ini.

Bandung, 24 September 2017


MURSYID SYAIFUL HAQ

7 komentar:

  1. Dan Cinta akan selalu menjadi alasan untuk menebar kebaikan yang berkesa bagi setiap insan.

    Bagus tulisannya kang ^^ semangaaat

    BalasHapus
  2. Cinta oh cinta. Semangat menebar jala kebaikan kakak

    BalasHapus
  3. oalah...
    tulisan ini juga manis kok untuk ukuran cowok yang nulis.
    :D :D :D

    Bagus twist-nya, kupikir "dia" ini siapa?

    Well, sukses menceritakan kisah sederhana dengan kata-kata sederhana yang mengena.

    Saya suka dengan frasa ini:
    "Begitu banyak kata - kata yang ingin ku lontarkan, dalam curahan tinta dan pena yang berdendang."

    Sukses dan semangat NGODOP-nya

    BalasHapus
  4. Makasih temen2 udah mampir hehe ..
    Saya siap bikin pesanan puisinya dengan atas izin dari Dia. Insya'aLlaah aamiin ..

    BalasHapus
  5. Di tunggu puisinya ya kak yang tingginya ngalahin gunung Malahan hehehe.

    BalasHapus